Rotasi.co.id – Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bekasi kembali ditunda, kali ini untuk kedua kalinya.
Penundaan ini terjadi di tengah polemik yang melibatkan Yogi Kurniawan, yang dipertanyakan netralitasnya dalam Musda.
Ketua OKP Pemuda Nasionalis, Dianrat Priambodo mengungkapkan kecurigaan terhadap peran Yogi.
“Jadi Yogi Kurniawan itu selain perwakilan daripada provinsi waktu di Musda kemarin terakhir, dia juga kan sebagai timsesnya Adelia,” kata Dianrat kepada Wartawan pada Selasa (24/12/2024).
Kehadiran Yogi sebagai perwakilan DPD KNPI Provinsi Jawa Barat sekaligus sebagai tim sukses salah satu calon ketua KNPI Kota Bekasi menimbulkan pertanyaan besar mengenai netralitasnya.
“Pertanyaannya itu, kehadiran si Yogi salah satunya dia sebagai perwakilan utusan dari DPD provinsi DPD KNPI provinsi yang atau lagi dia sebagai salah satu timses dari salah satu calon?,” ungkapnya.
Ia menyimpulkan Yogi Kurniawan memiliki salah satu apa kepentingannya ada di musda sebagai utusan provinsi adalah memenangkan calonnya.
“Kita jadi sebagai peserta atau sebagai ketua OKP menyimpulkan kalau beliau adalah salah satu apa kepentingannya ada di musda sebagai utusan provinsi adalah memenangkan calonnya,” tegasnya.
Tuduhan ini mengarah pada dugaan intervensi dan upaya untuk memenangkan calon tertentu, mencederai prinsip demokrasi dan musyawarah mufakat dalam pemilihan ketua KNPI Kota Bekasi.
Polemik ini menambah kompleksitas masalah yang telah mewarnai Musda KNPI Kota Bekasi.
Sebelumnya, Musda yang dijadwalkan pada 18-19 Desember 2024 telah ditunda akibat bentrokan terkait perubahan pimpinan sidang.
Pada Musda yang ditunda kemarin, kericuhan kembali terjadi, kali ini dipicu oleh perdebatan sengit mengenai verifikasi calon ketua.
Dua dari lima calon dinyatakan tidak lolos verifikasi, mengakibatkan aksi anarkis dari pendukung mereka, termasuk insiden pelemparan palu sidang oleh oknum OKP.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda KNPI Kota Bekasi, Hery Buchori mengakui adanya kericuhan tersebut dan menegaskan bahwa panitia akan berupaya untuk menyelesaikan permasalahan yang ada sebelum Musda kembali digelar.
Namun, tuduhan ketidaknetralan terhadap Yogi Kurniawan dan dampaknya terhadap integritas proses pemilihan ketua KNPI Kota Bekasi menjadi tantangan serius yang perlu ditangani dengan bijak dan transparan.
Kepercayaan publik terhadap proses pemilihan menjadi taruhannya. KNPI Jawa Barat diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam menengahi konflik dan memastikan Musda selanjutnya berjalan lancar dan demokratis.
Penundaan yang diumumkan Senin (23/12/2024) oleh Ketua Pelaksana Musda, Hery Buchori, disebabkan oleh kebuntuan dalam mencapai mufakat antara Steering Committee (SC), perwakilan Jawa Barat, dan organisasi kepemudaan (OKP) peserta.
“Kita pending dahulu karena memang ada visi misi yang tidak ditemukan secara musyawarah mufakat antara SC, Perwakilan Jabar dan OKP,” jelas Hery.
Surat pemberitahuan penundaan akan segera dikirimkan ke KNPI Jawa Barat, namun Hery belum dapat memastikan kapan Musda akan kembali digelar. (ar)













