Rotasi.co.id – Kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Kota Bekasi pada Selasa (24/09/2024) lalu, menarik perhatian Calon Wakil Wali Kota Bekasi dari Paslon Nomor Urut 2, Nurul Sumarheni.
Ia mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa korban, sekaligus mengingatkan betapa rawannya situasi perempuan dan anak yang rentan dijadikan target tindak asusila di Kota Bekasi.
“Menurut saya masih cukup banyak kasus yang tidak terungkap karena tidak ada keberanian korban untuk speak up. Untuk bisa mengungkapkan pelecehan seksual atau tindak kekerasan seksual yang dialaminya,” kata Nurul dalam keterangannya, Jum’at (11/10/2024) kemarin.
Ia memaparkan, selain lembaga pemerintah yaitu KPAI dan KPAD untuk bergerak lebih intensif, masyarakat juga dapat berperan dalam mencegah bertambahnya jumlah korban pelecehan seksual yang menimpa semua pihak, baik dari laki-laki, perempuan, maupun anak-anak.
“Masyarakat juga bisa berpartisipasi membentuk sebuah support system, bisa berupa komunitas atau lembaga,” ucap Nurul.
Seperti yang dicontohkan oleh dirinya bersama rekan-rekan relawan membentuk komunitas De’Nuruls, sebagai upaya menggalang solidaritas perempuan demi mewujudkan keamanan serta kenyamanan perempuan di Kota Bekasi.
“Kami membentuk De’Nuruls, itu sebuah komunitas yang menggalang solidaritas perempuan. Termasuk terhadap tindak kekerasan dan pelecehan seksual kepada perempuan,” ucap Nurul.
Harapannya melalui inisiatif tersebut dapat menciptakan support system bagi perempuan yang selama ini takut berbicara saat menjadi korban.
Selain itu, wadah ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi dan sosialisasi terkait pencegahan pelecehan seksual bagi perempuan.













