Rotasi.co.id – Kasus tragis penganiayaan terhadap Ibu Melanie yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri di Bekasi Timur menuai perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaluddin, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa kekerasan dalam rumah tangga yang menggemparkan publik tersebut.
Peristiwa ini menjadi viral setelah rekaman CCTV memperlihatkan secara jelas aksi pemukulan, penyeretan, dan lemparan terhadap korban, yang disebut dipicu oleh permintaan uang sebesar Rp30.000 dari pelaku kepada sang ibu.
Dalam kunjungannya ke kediaman korban, Alit menyampaikan bahwa tekanan ekonomi keluarga menjadi faktor utama yang memicu tindakan kekerasan tersebut.
“Setelah kami melihat langsung dan berdialog dengan keluarga, kami menemukan bahwa persoalan ekonomi adalah pemicu utamanya,” ungkap Alit Jamaluddin ketika dikonfirmasi melalui telepon, Senin (23/6/2025).
Ia menyebut kondisi ini mencerminkan realitas pahit di masyarakat, di mana kemiskinan dapat melahirkan tragedi kemanusiaan bahkan di dalam lingkungan keluarga sendiri.
“Kemiskinan dan beban ekonomi yang tidak tertangani bisa menjadi bom waktu. Tragedi ini adalah peringatan bagi kita semua,” tegasnya.
Lebih jauh, Alit menyampaikan komitmen DPRD Kota Bekasi untuk mendorong penanganan serius terhadap KDRT berbasis ekonomi, termasuk memperkuat jaring pengaman sosial bagi keluarga rentan.
“DPRD akan mendorong kebijakan yang menyentuh akar persoalan. Kasus ini tidak boleh berlalu begitu saja. Kami akan bawa ke dalam pembahasan lintas sektor agar ada solusi konkret,” ujarnya.
Ia juga menyerukan peran aktif negara, pemerintah, dan masyarakat untuk hadir dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan, lansia, dan anak-anak, terutama di lingkungan rumah tangga.
“Negara dan masyarakat harus peduli. Perlindungan terhadap perempuan dan anak bukan hanya soal hukum, tapi juga keadilan sosial. Peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem perlindungan keluarga di Kota Bekasi dan secara nasional,” pungkas Alit. (*)














