Rotasi.co.id – Pemerintah Kota Bekasi mengevakuasi 15 orang korban luka akibat kebakaran hebat yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di kawasan Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada Rabu (01/04/2026) malam.
Langkah darurat ini dilakukan untuk memberikan penanganan medis intensif di sejumlah rumah sakit setelah para korban, yang terdiri dari warga dan petugas keamanan, dilaporkan mengalami luka bakar serius hingga mencapai 90 persen.
Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi, mengonfirmasi bahwa seluruh pasien saat ini telah tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk RS Permata, RS Unimedika Setu, RS Kartika Husada, dan RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM).
Meskipun kondisi beberapa korban cukup kritis, pihak otoritas memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden yang menghanguskan belasan rumah warga tersebut.
“Data sementara korbannya 15 orang, dari warga dan sekuriti. Alhamdulillah semua dalam kondisi selamat, tidak ada korban jiwa. Berdasarkan keterangan Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota, semua dijamin oleh pemerintah terkait dengan biaya pengobatannya,” ujar Maka Nachrowi saat meninjau lokasi, Kamis (02/04/2026).
Kebakaran yang dilaporkan mulai berkobar pada pukul 21.08 WIB tersebut baru berhasil dipadamkan total oleh petugas Pemadam Kebakaran pada Kamis dini hari pukul 03.45 WIB.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Heryanto, menduga kuat bahwa pemicu utama api berasal dari kebocoran gas pada saat proses pengisian tabung utama di area SPBE.
“Diduga sementara dari kebocoran gas dari tabung utama,” ungkap Heryanto. Ia menambahkan bahwa dampak kebakaran meluas hingga menghanguskan 19 bangunan, yang terdiri dari 15 rumah tinggal di wilayah RT 02 RW 03, serta 4 rumah dan 2 kios di wilayah RT 01 RW 03.
Guna menangani dampak pascakebakaran, pihak Kecamatan Mustika Jaya telah menyiagakan posko pengaduan bagi warga yang terdampak secara fisik maupun materiil.
Sementara itu, warga yang huniannya mengalami kerusakan berat dilaporkan telah mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat di wilayah lain untuk mencari tempat tinggal sementara yang lebih aman. (*)














