ROTASI.CO.ID — Hanya 1816 orang dari 47.573 warga Kelurahan Jatiwaringin, Kota Bekasi yang mau divaksin Covid-19. Hal itu diungkapkan Lurah Haririh yang menyebut ketakutan masyarakat akan adanya efek samping dari vaksin sinovac.

“Masyarakat ini sudah banyak termakan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atas efek samping vaksin Covid itu. Makanya mereka khawatir,” ungkap Lurah Hariri kepada rotasi pada Selasa (12/1/2021).
Ia mengaku, warga menyampaikan penolakannya di vaksin secara terang-terangan.
“Saat kita mendata warga yang ingin di vaksin, mereka secara terang-terangan menolak,” tuturnya.
Untuk mengantisipasi kekhawatiran warga, Ia menyatakan siap untuk di vaksin pertama di wilayah Jatiwaringin.
“Sebagai kepala wilayah, insya Allah saya siap di vaksin pertama di wilayah jatiwaringin. Agar masyarakat tenang dan bersedia di vaksin,” ucap Haririh.
Diketahui, sebanyak 14.060 vaksin Covid-19 tahap pertama hadir di Bekasi pada hari ini, Selasa (12/1/2021).
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Tanti Rohilawati mengatakan, pada tahap pertama ini, vaksin akan diberikan kepada tenaga kesehatan yang ada di Kota Bekasi.
“Data tenaga kesehatan di Kota Bekasi ada 25.000 orang. Di tahap pertama ini, 14.060 vaksin akan diberi dahulu kepada mereka,” ungkap Tanti saat dihubungi rotasi.
Vaksin akan diberikan ke masyarakat dengan ketentuan sehat dan berusia 18-59 tahun.
Kemudian, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi meminta warganya memberi dukungan dalam mensukseskan program vaksinasi Covid-19.
Vaksinasi yang segera dilaksanakan tersebut bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan melindungi Warga Indonesia.
Sesuai SK Dirjen P2P Pada tahap awal Januari sampai April 2021 vaksinasi, akan diberikan kepada tenaga kesehatan. Informasi awal jumlah Tenaga Kesehatan Kota Bekasi yang akan di vaksin mencapai 11.983 orang. (ar)












