Rotasi.co.id – Peringatan Hari Raya Iduladha 1446 H di Kota Bekasi diwarnai dengan munculnya kabar viral terkait dugaan penjualan daging kurban oleh oknum organisasi masyarakat (ormas).
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Bantargebang, dengan melibatkan oknum dari Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) yang disebut meminta warga membayar Rp15.000 per kantong plastik berisi daging kurban.
Informasi ini sontak menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Ketua Fraksi Golkar Solidaritas DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra, yang dengan tegas mengutuk tindakan tidak terpuji tersebut.
“Menyikapi kabar yang sedang ramai diberitakan, tentang dijualnya daging kurban oleh salah satu organisasi pemulung di Bantargebang, saya langsung menghubungi pengurus IPI yang bersangkutan,” kata Sarwin Edi, Minggu (08/06/2025).
Menurutnya, tindakan tersebut sangat mencederai nilai ibadah kurban dan semangat berbagi kepada masyarakat, terutama kaum duafa yang seharusnya menjadi penerima utama.
“Saya mengecam keras tindakan oknum pengurus IPI di Bantargebang. Ini tidak bisa ditoleransi. Harus ada evaluasi terhadap keberadaan organisasi ini, termasuk melibatkan tokoh masyarakat dan elemen warga sekitar,” tegas Sarwin.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya tidak terkejut mendengar kasus ini, mengingat kabar serupa sudah sering muncul, meskipun sebelumnya belum sampai viral.
“Saya sudah sering mendengar praktik serupa yang mencatut nama pemulung untuk kepentingan pribadi maupun kelompok,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Sarwin meminta semua pihak untuk berhenti membawa-bawa nama pemulung sebagai tameng dalam praktik yang merugikan masyarakat.
“Ke depan, saya berharap tidak ada lagi yang menjual nama pemulung demi keuntungan organisasi atau pribadi. Itu sangat merugikan masyarakat Bantargebang,” pungkasnya. (*)














