Rotasi.co.id – Wakil Ketua III DPRD Kota Bekasi, Puspa Yani, menyatakan dukungan penuhnya terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam menangani anak-anak yang mengalami masalah perilaku dengan pendekatan pendidikan karakter di barak militer.
Ia menilai, langkah ini sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap generasi muda yang membutuhkan bimbingan lebih intensif.
“Saya pribadi sangat setuju dengan kebijakan Bapak Gubernur Kang Dedi Mulyadi. Ini adalah langkah konkret, bukan sekadar wacana,” ujar Puspa Yani dalam keterangannya pada Senin (9/6/2025).
Menurut politisi Partai Gerindra ini, anak-anak yang menunjukkan perilaku menyimpang tidak dapat langsung disalahkan.
Banyak faktor penyebab yang melatarbelakangi kondisi mereka, mulai dari kurangnya perhatian, pengaruh lingkungan yang kurang kondusif, hingga persoalan ekonomi dan kemiskinan.
“Apalagi kalau kita lihat anak-anak yatim piatu yang hidup tanpa pendampingan. Ini menyentuh hati kita. Mereka tidak seharusnya dibiarkan, justru perlu diberikan kesempatan untuk menjadi anak-anak yang lebih baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Puspa Yani menyampaikan bahwa penempatan anak-anak tersebut di barak militer akan membantu proses pendataan dan pembinaan secara menyeluruh.
Dengan mengetahui latar belakang dan penyebab perilaku mereka, proses pendekatan akan lebih mudah dilakukan, termasuk melalui bimbingan moral dan spiritual.
“Di barak nanti, anak-anak ini akan terdata dengan baik. Kita bisa tahu mereka dari mana, apa permasalahannya, dan bagaimana pendekatan yang tepat. Ini akan membuat mereka lebih mudah dibina, lebih percaya diri saat kembali ke masyarakat,” paparnya.
Ia juga berharap pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan semata, melainkan disertai pembinaan agama yang dapat menyentuh sisi batin anak-anak tersebut.
“Pesan moralnya, semoga pendekatan ini tidak hanya secara emosional, tetapi juga menyentuh sisi keimanan mereka. Minimal, mereka diingatkan kembali tentang Tuhan-nya. Itu akan menyentuh hati dan menjadi titik balik perubahan,” tutup Puspa Yani.
Program pendidikan karakter di barak militer ini sebelumnya menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat dan tokoh pendidikan.
Meski begitu, Puspa Yani menegaskan bahwa selama pendekatan yang digunakan tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan nilai-nilai perlindungan anak, maka program ini patut untuk dijalankan dan didukung bersama. (*)














