Rotasi.co.id | Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Sosial (Dinsos) mencatat, sebanyak 23.000 warga masuk kategori miskin ekstrem.
Hal itu disampaikan Kepala Dinsos Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain yang mengatakan warga miskin ekstrem Kota Bekasi masih dalam penanganan Program Keluarga Harapan (PKH).
“Ya, itu yang sekarang dilaporkan oleh provinsi Jawa Barat. Akan tetapi miskin ekstrem di Kota Bekasi yang sekitar 23.000 itu sudah dicover oleh program PKH,” kata Alexander kepada Elshinta pada Kamis (24/10/2024).
Ia menekankan pentingnya kewaspadaan atas kemiskinan berdasarkan desil.
“Jadi kalau miskin ekstrem itu kan desil 1 ya, desil 1 itu miskin ekstrem, desil 2 itu miskin, desil 3 itu rentan miskin. Nah, bukan berarti kalau tadi desil 1 miskin ekstrem itu sudah ditangani oleh program PKH, nah desil 2-nya juga tetap harus kita tangani. Jadi semua masih ditahap penanganan pemerintah Kota,” paparnya.
Alex menyebut pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk menangani kelompok masyarakat miskin ekstrem maupun rentan miskin.
“Perbedaan data antara Dinas Sosial Kota Bekasi dan Provinsi Jawa Barat perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan akurasi dan transparansi data kemiskinan di daerah tersebut,” ujarnya.
Upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Bekasi pun perlu terus ditingkatkan untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal. (hmz)














