Rotasi.co.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi memastikan pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat terjadi dalam beberapa waktu terakhir tidak memberikan dampak signifikan terhadap realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk memberikan gambaran kondisi penerimaan daerah sekaligus menjaga optimisme terhadap pencapaian target pendapatan hingga akhir tahun.
Kepala Bapenda Kota Bekasi, Solikhin, mengatakan fluktuasi nilai tukar rupiah yang terjadi dalam kurun waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan terakhir tidak berpengaruh besar terhadap sektor-sektor pajak yang menjadi sumber PAD Kota Bekasi.
“Pelemahan rupiah berlangsung tidak terlalu lama, mungkin sekitar satu setengah bulan. Saya rasa tidak banyak berpengaruh terhadap pendapatan daerah. Apalagi saat ini kondisi rupiah sudah mulai membaik dan kembali menguat,” kata Solikhin, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, berdasarkan data yang dimiliki Bapenda Kota Bekasi, penerimaan pajak daerah hingga pertengahan Juni 2026 masih menunjukkan tren positif.
Sejumlah sektor pajak bahkan telah mencatatkan realisasi di atas 50 persen dari target tahunan yang ditetapkan.
“Harapan kita seluruh sektor pajak tidak banyak terpengaruh oleh kondisi nilai tukar rupiah. Dari data yang kami miliki, realisasinya masih cukup baik,” ujarnya.
Solikhin juga menjelaskan, hingga 15 Juni 2026 realisasi Pendapatan Asli Daerah Kota Bekasi telah mencapai 40,37 persen atau sekitar Rp1,616 triliun.
“Capaian tersebut menunjukkan progres yang cukup baik mengingat tahun anggaran masih berjalan hingga akhir Desember,” paparnya.
Ia merinci beberapa jenis pajak yang telah mencatatkan kinerja positif, di antaranya pajak air tanah yang telah mencapai 55 persen, Bea Balik Nama Barang dan Jasa Tertentu (BBJT) sektor restoran sebesar 51,28 persen, serta BBJT tenaga listrik sebesar 50,22 persen.
“Secara keseluruhan, beberapa item pendapatan menunjukkan capaian yang cukup bagus. Ada yang sudah di atas 50 persen, seperti pajak air tanah, BBJT restoran, dan BBJT tenaga listrik,” jelasnya.
Meski demikian, Solikhin mengakui masih terdapat beberapa sektor yang realisasinya belum optimal, salah satunya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
“Hingga saat ini, realisasi BPHTB baru mencapai 23,19 persen dari target yang telah ditetapkan,” ujar Solikhin.
Menurutnya, capaian BPHTB sangat dipengaruhi oleh aktivitas transaksi dan kemampuan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, perkembangan sektor tersebut akan terus dipantau secara berkala.
“BPHTB memang masih relatif kecil karena sangat terkait dengan kondisi dan kemampuan masyarakat dalam melakukan transaksi properti,” ungkapnya.
Untuk sektor-sektor yang realisasinya masih di bawah target, Bapenda Kota Bekasi akan melakukan berbagai langkah intervensi dan evaluasi guna meningkatkan penerimaan daerah pada semester kedua tahun ini.
“Sebagian target sudah terpenuhi, sebagian lainnya belum. Nanti akan kami lakukan intervensi dan treatment sesuai karakteristik masing-masing jenis pajak,” tuturnya.
Meski masih terdapat sejumlah tantangan, Bapenda menargetkan capaian pendapatan dapat menembus lebih dari 90 persen dari target yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Bekasi.
“Saya optimistis target pendapatan daerah bisa tercapai. Insyaallah kami akan berusaha semaksimal mungkin agar target tersebut dapat terealisasi,” pungkasnya. (*)














