Rotasi.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke berbagai titik lokasi terdampak banjir guna melakukan evakuasi warga dan pengendalian genangan air pada Kamis (22/1/2026) malam.
Langkah darurat ini diambil setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Bekasi sejak pagi hingga malam hari, yang mengakibatkan luapan air di sejumlah kecamatan dengan ketinggian bervariasi mulai dari 5 hingga 150 sentimeter.
Sekretaris BPBD Kota Bekasi, Dewi Sartika, mengungkapkan bahwa dampak banjir terparah terpantau di Perumahan Jatibening Permai, Kecamatan Pondok Gede. Di lokasi tersebut, ketinggian air mencapai 1,5 meter sehingga memerlukan penanganan khusus melalui sinergi antarlembaga.
“Di Perumahan Jatibening Permai ketinggian banjir mencapai 150 cm. Kami sudah mengerahkan lima unit pompa aktif dari internal perumahan, DBMSDA, dan BBWSCC untuk mempercepat penyurutan air,” ujar Dewi saat dikonfirmasi pada Kamis malam.
Selain wilayah Pondok Gede, banjir terpantau merata di beberapa titik strategis. Di Kecamatan Bekasi Barat, Perumahan Mas Naga terendam hingga 100 sentimeter, sementara wilayah Bekasi Selatan, Bekasi Utara, dan Rawalumbu mencatat genangan antara 20 hingga 80 sentimeter.
Selain merendam permukiman, BPBD melaporkan satu unit rumah di wilayah Kali Abang Rorotan mengalami kerusakan serius pada bagian atap akibat terjangan banjir.
Prioritas penanganan saat ini difokuskan pada perlindungan kelompok rentan. Petugas di lapangan telah berhasil melakukan evakuasi terbatas terhadap dua warga lanjut usia, yakni Terina (59) dan Suharti (70).
Bersamaan dengan upaya penyelamatan, bantuan logistik darurat juga mulai didistribusikan ke Kelurahan Kayuringin Jaya, Kali Abang Tengah, Margahayu, hingga Harapan Mulya.
“Penanganan kejadian rumah dengan atap roboh di Bekasi Utara telah dilakukan dan bantuan darurat sudah disalurkan ke lokasi-lokasi terdampak,” tambah Dewi.
Hingga saat ini, BPBD terus melakukan pemantauan dan asesmen lapangan untuk memastikan keamanan warga. Masyarakat diminta untuk tidak mengabaikan keselamatan diri, terutama terhadap potensi hujan susulan yang diprediksi masih akan terjadi.
“BPBD Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Warga juga diminta menghindari melintasi genangan air yang dalam serta segera melaporkan kondisi darurat melalui call center 112,” pungkasnya. (*)














