Rotasi.co.id – Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar dan menjamin keselamatan korban bencana akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut.
Bantuan dikirim dari Gudang Induk Bekasi menuju posko penanganan bencana Kabupaten Bekasi pada Minggu (18/1/2026).
Pengiriman dilakukan sebagai respons cepat pemerintah pusat untuk mendukung upaya penanganan darurat yang tengah dilakukan pemerintah daerah dan unsur terkait.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bencana.
“Keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas. Kementerian Sosial akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait agar penanganan berjalan cepat dan tepat,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Minggu (18/1/2026).
Banjir terjadi pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB akibat tingginya intensitas hujan yang menyebabkan sistem drainase dan aliran sungai tidak mampu menampung debit air.
“Akibatnya, genangan setinggi 30 hingga 80 sentimeter merendam permukiman warga di sejumlah kecamatan, khususnya di wilayah dataran rendah,” paparnya.
Selain mengganggu aktivitas masyarakat, banjir juga menyebabkan terputusnya akses jalan lingkungan sehingga menyulitkan mobilitas warga dan proses distribusi bantuan di beberapa titik terdampak.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 3.294 kepala keluarga (KK) terdampak banjir, dengan 815 jiwa terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian. Pengungsian tersebar di Desa Labansari, Hurip Jaya, Babelan Kota, dan Wanajaya. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun korban luka.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Cikarang Timur, Babelan, Cikarang Utara, dan Cibitung. Proses pendataan dan asesmen masih terus dilakukan oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Kampung Siaga Bencana (KSB), seiring dengan evakuasi warga yang dilakukan secara bertahap.
Untuk mendukung kebutuhan para pengungsi, pemerintah daerah telah mendirikan dapur umum mandiri. Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik berupa 1.000 paket makanan siap saji, 1.000 paket lauk pauk siap saji, 200 lembar selimut, 200 kasur, 200 paket kidsware, 200 paket family kit, serta 100 lembar tenda gulung.
Penanganan bencana banjir ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, BPBD, TNI-Polri, aparat kecamatan dan desa, Tagana, KSB, serta instansi terkait lainnya. Hingga kini, warga terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu kondisi berangsur membaik dan air surut sepenuhnya. (*)














