Rotasi.co.id – Forum Komunikasi Kristiani (FKK) memberikan penghargaan kepada Forkopimda Kota Bekasi atas jasanya menjaga persatuan dan kesatuan umat beragama di Kota Bekasi, di Graha SS, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Penghargaan tersebut diberikan kepada PJ Walikota Bekasi, Dandim 0507, Kapolres Metro Bekasi, MUI Kota Bekasi, FKUB Kota Bekasi, dan Kemenag Kota Bekasi.
Ketua Panitia Kegiatan Apresiasi Tokoh Toleransi Kota Bekasi, Daniel Tobing menyampaikan rasa terimakasih atas upaya para pemimpin di Kota Bekasi dalam menjaga Kota Bekasi tetap kondusif kerukunan umat beragama.
“Menghargai ada suatu gerakan untuk mengamankan dengan kejadian yang ada di Kota Bekasi,” kata Daniel yang juga sebagai Wakil Ketua FKK Kota Bekasi.
FKK menilai Forkopimda berperan besar dalam mengurai isu intoleransi di Kota Bekasi yang melibatkan salah seorang ASN dengan warga Nasrani beberapa waktu lalu hingga berakhir damai.
Menurutnya, selama 40 tahun Ia hidup di Kota Bekasi tidak pernah mendapati masalah-masalah gesekan antar umat beragama, dan dirinya merasa aman dan tentram saja menjalani kehidupannya sebagai bagian dari ummat beragama.
“saya sendiri sudah 40 tahun tinggal di kota Bekasi ini dari daerah bahwa kami melihat sebenarnya gejolak gejolak seperti itu justru tidak ada,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua FKK, Pendeta Keke Assa, menyebut inti permasalahan lalu hanyalah kesalahpahaman saja, antar pribadi orang tersebut. Tidak membawa identitas Kota Bekasi ataupun Agama tertentu.
“Itu hanya kesalahpahaman ya, itu pribadi sih ya, karena di Bekasi ini kan untuk pelayanan itu banyak sekali ya, kalau mau dilihat banyak juga yang aman-aman, itu tergantung dari pribadi orang,” katanya.
Dirinya menilai bahwa FKK merasa ikut bertanggung jawab atas apa yang terjadi, dan perlu meluruskan tentang kejadian yang sebenarnya kepada masyarakat, bahwa Kota Bekasi adalah Kota yang aman dan nyaman untuk hidup berdampingan.
“Dengan kejadian yang baru terjadi itu, kami bertanggung jawab untuk kota Bekasi ini kita bisa hidup damai, aman, rukun bersama,” paparnya.
Ia berharap, agar hal ini dapat sampai pada masyarakat bahwa masyarakat Kota. Bekasi adalah masyarakat yang ingin hidup rukun dan tidak menginginkan adanya keributan.
“Kalau ribut mulu loh bagaimana tidur enak ya. Dari pihak media bantu kami supaya memviralkan, membuat kondusif kota Bekasi ini ya,” pungkasnya.














