Rotasi.co.id – Proses verifikasi pengadaan barang Program Penataan Lingkungan RW Bekasi Keren di RW 004, Kaliabang Nangka, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, memasuki tahap akhir. Program yang bersumber dari APBD Kota Bekasi 2026 tersebut diverifikasi untuk memastikan setiap belanja sesuai kebutuhan dan peruntukannya.
Verifikasi dilakukan dengan melibatkan Lurah Perwira Bambang Suswanto beserta jajaran guna memastikan barang yang telah dibelanjakan sesuai hasil musyawarah dan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di lingkungan RW 004.
Ketua RW 004 Junaedi menjelaskan, realisasi anggaran di wilayahnya diarahkan pada tiga sektor utama, yakni lingkungan, kesehatan, dan keamanan. Pengadaan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan warga yang telah dibahas sebelumnya.
“Kita posyandu ada dua, Anggrek 1 dan Anggrek 2, itu semua kita berikan,” kata Junaedi, Senin (31/8/2026).
Untuk mendukung kebersihan lingkungan, RW 004 merealisasikan pengadaan tong sampah. Pengadaan tersebut diarahkan untuk membantu warga menjaga kebersihan sekaligus meningkatkan pengelolaan lingkungan di tingkat permukiman.
“Pada sektor keamanan, pengadaan perangkat CCTV menjadi salah satu bagian dari realisasi belanja RW 004. Perangkat tersebut diharapkan dapat menunjang pengawasan lingkungan dan membantu menciptakan rasa aman bagi Masyarakat,” ungkapnya.
Sementara pada sektor kesehatan, RW 004 menyediakan sejumlah perlengkapan Posyandu, antara lain timbangan digital, alat pemeriksaan kesehatan laboratorium, dan tensimeter. Perlengkapan tersebut ditujukan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di Posyandu Anggrek 1 dan Anggrek 2.
“Selain kebutuhan lingkungan, kesehatan, dan keamanan, RW 004 juga merealisasikan pengadaan proyektor untuk RT 04. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan warga,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Perwira Bambang Suswanto mengatakan seluruh 18 RW di wilayah Kelurahan Perwira telah merealisasikan anggaran sebesar Rp100 juta untuk memenuhi kebutuhan lingkungan masing-masing. Pemerintah kelurahan kemudian melakukan verifikasi terhadap barang yang telah dibelanjakan.
“Alhamdulillah semuanya sudah membelanjakan untuk masing-masing RW terkait dengan kebutuhan di lingkungan ataupun kebutuhan warga. Di RW 04 ini kita sudah verifikasi, semuanya barang sudah dibelanjakan,” jelas Bambang.
Menurut Bambang, sebagian besar RW menggunakan anggaran berdasarkan hasil musyawarah dengan masyarakat. Kebutuhan yang direalisasikan antara lain berkaitan dengan bank sampah, Posyandu, hingga infrastruktur jalan.
“Mekanisme penyaluran anggaran dan pelaksanaan program dilakukan melalui kelurahan kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas), kemudian diteruskan untuk kebutuhan di tingkat RW dan RT. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari proses pelaksanaan program agar kebutuhan lingkungan dapat direalisasikan berdasarkan hasil pembahasan Masyarakat,” terangnya.
Ia juga menjelaskan, proses verifikasi secara keseluruhan telah berjalan dan hanya menyisakan laporan dari dua RW. Pemerintah Kelurahan Perwira menargetkan seluruh proses pelaporan dapat diselesaikan pada awal September 2026.
“Saat ini proses akhir tinggal menunggu verifikasi dari dua RW yang belum melapor. Secara keseluruhan realisasi belanja sudah tuntas,” jelas Bambang.
Pemerintah Kelurahan Perwira juga meminta setiap RW segera mendistribusikan barang yang telah dibelanjakan kepada RT dan warga. Langkah tersebut bertujuan agar fasilitas yang berasal dari anggaran Program RW Bekasi Keren dapat segera digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Himbauannya kepada RW-RW untuk segera mendistribusikan ke RT-nya dan juga ke warganya agar bisa lebih cepat manfaatnya,” pungkas Bambang.
Realisasi Program Penataan Lingkungan RW Bekasi Keren di Kelurahan Perwira menunjukkan bahwa pemanfaatan anggaran diarahkan pada kebutuhan yang telah disepakati masyarakat. Penyelesaian verifikasi dan distribusi barang menjadi tahap penting agar program tersebut tidak berhenti pada realisasi belanja, tetapi dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga. (*)














