Rotasi.co.id – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi Pondok Pesantren Al Hamid di Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, pada Selasa (03/03/2026), sebagai bagian dari rangkaian agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah.
Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan ulama, sekaligus memastikan kesiapan pesantren dalam mencetak generasi unggul yang adaptif terhadap kemajuan teknologi global tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlakul karimah.
Dalam pertemuan dengan Pengasuh Pesantren Al Hamid, K.H. Lukman Hakim Hamid, beserta jajaran pengurus, Wapres menekankan pentingnya transformasi kurikulum pesantren untuk menjawab tantangan zaman.
Ia memproyeksikan santri masa kini tidak hanya mahir dalam ilmu agama, tetapi juga kompeten di bidang strategis seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan teknologi rantai blok (blockchain).
“Di tengah era kemajuan teknologi yang semakin masif ini, kita ingin pesantren juga mampu melahirkan para santri yang menguasai teknologi, baik di bidang pertanian modern, peternakan modern, robotic, blockchain, dan AI,” ujar Wapres Gibran Rakabuming dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/3/2026).
Wapres menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah telah memberikan perhatian khusus melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren.
Langkah ini diambil guna membenahi tata kelola, aksesibilitas pelatihan, hingga dukungan permodalan demi kemandirian ekonomi pesantren. Program bantuan seperti KIP, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan CGK juga akan terus dioptimalkan di lingkungan pendidikan keagamaan.
“Para santri harus mampu menjadi pencipta peluang, menjadi pelopor inovasi yang menciptakan solusi, serta menjadi bagian dari perubahan, tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai akhlak yang selama ini melekat,” tambah Wapres.
Sementara itu, K.H. Lukman Hakim Hamid menyambut hangat kunjungan tersebut dan menyebutnya memiliki makna historis mendalam bagi pesantren. Kunjungan Safari Ramadan ini ditutup dengan pelaksanaan salat Asar berjamaah di Masjid Mantab Al Falah serta sesi foto bersama para santri.
Melalui agenda ini, pemerintah berharap sinergi lintas sektoral dapat mempercepat lahirnya santri sebagai motor kemajuan bangsa yang berdaya saing internasional. (*)













