Rotasi.co.id – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, secara resmi membuka Kuliah Umum Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) bertema “Mengawal Asta Cita Menuju Tertib Tanah dan Ruang”, yang diselenggarakan di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta.
Dalam sambutan virtualnya, Wamen Ossy menegaskan bahwa forum ini merupakan momentum penting dalam menjawab tantangan nyata pengelolaan agraria di tengah dinamika pembangunan nasional.
“Kita berkumpul dalam forum yang sangat penting. Ini adalah kesempatan berharga untuk berbagi pengetahuan, memperdalam pemahaman, dan memperkuat komitmen kita dalam mewujudkan pengelolaan agraria dan tata ruang yang adil dan berkelanjutan,” ujar Ossy Dermawan dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (12/7/2025).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tanah dan ruang memegang peran vital dalam mendukung arah pembangunan nasional, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan hidup.
“Ppengendalian dan penertiban tata ruang menjadi instrumen strategis untuk memastikan setiap pemanfaatan lahan berjalan secara optimal, bertanggung jawab, dan sesuai Rencana Tata Ruang (RTR) yang berlaku,” ungkapnya.
Sementara itu, menanggapi urgensi yang disampaikan Wamen, Direktur Jenderal PPTR, Jonahar, mengungkapkan bahwa pihaknya kini memprioritaskan langkah konkret dalam pengendalian pemanfaatan ruang dan penertiban tanah telantar.
“Kita sedang memperkuat sistem pengawasan berbasis spasial dan merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021 agar penetapan tanah telantar menjadi lebih cepat dan tepat sasaran,” jelas Jonahar.
Revisi terhadap PP Nomor 20 Tahun 2021 diarahkan pada tiga hal utama: penyederhanaan prosedur, penegasan kriteria tanah telantar, dan penguatan kewenangan penertiban.
“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penanganan tanah tidak produktif sekaligus mendorong transformasi pemanfaatan tanah menjadi lebih berdaya guna secara ekonomi dan sosial,” paparnya.
Sebagai informasi, acara kuliah umum ini dihadiri lebih dari seribu peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari perwakilan pemerintah daerah, dosen, akademisi STPN dan Universitas Gadjah Mada (UGM), taruna-taruni STPN, mahasiswa UGM, hingga masyarakat umum.
Sri Yanti Achmad selaku Ketua STPN, menyampaikan harapannya agar forum ini dapat menanamkan semangat profesionalisme, memperluas wawasan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap isu-isu agraria dan tata ruang di kalangan generasi muda.
“Diskusi membahas strategi penguatan pengawasan berbasis spasial, kepatuhan terhadap RTR, hingga implementasi regulasi baru yang mampu menjawab tantangan modernisasi agraria di Indonesia,” pungkasnya. (*)













