Rotasi.co.id – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran, tahan terhadap tantangan, serta berdampak nyata bagi masyarakat, hanya dapat diwujudkan melalui kebijakan tata ruang yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan Ossy saat memberikan keynote speech dalam International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (12/6/2025).
“Pembangunan infrastruktur membutuhkan tanah. Namun tanah juga membutuhkan kepastian hukum, aksesibilitas, zonasi yang jelas, serta harmonisasi dengan aspek lingkungan dan sosial,” kata Ossy dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (14/6/2025).
Ia menambahkan, Kementerian ATR/BPN saat ini tengah membangun kebijakan tata ruang nasional yang terpadu, bekerja sama lintas kementerian dan lembaga.
Pendekatan ini bertujuan menyatukan pemanfaatan lahan, perencanaan sektoral, dan tujuan pembangunan nasional ke dalam satu kerangka tata kelola ruang yang komprehensif dan adaptif.
Dalam pidato berjudul “Right Infrastructure in the Right Place: Spatial Planning for Impactful Infrastructure”, Wamen Ossy menyoroti bahwa infrastruktur tidak boleh hanya dibangun berdasarkan aspek teknis semata.
Ia menekankan pentingnya menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung, demi terciptanya pemerataan pembangunan dan penguatan layanan publik.
“Kita harus memastikan konektivitas ke daerah yang masih tertinggal, membangun fasilitas kesehatan di lokasi yang benar-benar membutuhkan, dan menyediakan hunian terjangkau yang dekat dengan pusat-pusat ekonomi,” ujarnya.
Wamen Ossy juga menggarisbawahi urgensi ketahanan infrastruktur terhadap risiko bencana dan perubahan iklim.
Dalam hal ini, ia memandang perencanaan tata ruang sebagai instrumen mitigasi yang efektif dan strategis.
“Kami memahami bahwa seluruh upaya ini masih dalam tahap penyempurnaan. Namun kami terus mendorong peningkatan kualitas tata ruang demi Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya. (*)













