Rotasi.co.id – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, akhirnya turun langsung menyambangi kediaman Ratih Raynada (30), warga RT 001 RW 02, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, yang diduga mengalami kelumpuhan total usai menjalani operasi caesar di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid. Kunjungan dilakukan pada Rabu (2/7/2025) sore sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa ibu empat anak tersebut.
Dalam kesempatan itu, Tri Adhianto memberikan sejumlah komitmen penting, mulai dari menanggung biaya pendidikan anak-anak Ratih, merenovasi rumah tak layak huni, hingga memastikan keluarga tersebut mendapatkan hak sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
“Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur. Untuk biaya sekolah tingkat SD dan SMP ditanggung oleh Pemerintah Kota Bekasi, sementara untuk tingkat SMA akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Tri kepada Ratih.
Ratih Raynada, yang kini hanya bisa terbaring lemah akibat kelumpuhan, memiliki empat orang anak. Anak sulungnya seharusnya sudah duduk di bangku SMP, namun sempat putus sekolah dan kini harus mengulang dari kelas V SD. Anak keduanya akan kembali ke kelas III SD, sementara anak ketiganya akan mulai masuk kelas I SD tahun ini. Anak bungsunya, hasil operasi caesar yang diduga memicu kelumpuhan, baru berusia sembilan bulan.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Tri juga menginstruksikan pihak kecamatan untuk segera mencarikan rumah kontrakan sementara bagi keluarga Ratih selama proses renovasi rumah berlangsung. Diketahui, rumah tersebut dihuni oleh tiga kepala keluarga (KK) dan masuk kategori tidak layak huni.
“Persoalan rumah ini sangat mendasar. Rumah yang sehat adalah bagian penting dari pemulihan dan kehidupan yang layak. Kami akan rapikan, bersihkan, dan renovasi agar lebih nyaman,” jelasnya.
Terkait dugaan malpraktik medis, Wali Kota Bekasi menyatakan bahwa hasil audit kedokteran menyebutkan penyebab kelumpuhan bukan karena kelalaian tindakan medis, melainkan akibat penyakit tuberkulosis (TBC) yang telah menyebar ke tulang belakang, punggung, dan leher.
“Berdasarkan audit medis, bukan karena kesalahan medis. Tapi awalnya dari TBC paru yang kemudian menyerang tulang belakang. Kami akan pastikan Ratih mendapatkan pengobatan terbaik,” tegas Tri.
Pemerintah Kota Bekasi akan mengoptimalkan segala fasilitas kesehatan yang tersedia untuk mengawal proses pemulihan Ratih. Tri juga mendorong agar masyarakat tetap semangat dalam menghadapi ujian hidup dan menjadikan musibah ini sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas sosial.
“Yang terpenting adalah semangat untuk sembuh. Kita akan jalani prosesnya bersama-sama,” pungkasnya. (*)














