Rotasi.co.id — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menghadiri agenda tahunan Pasamoan Agung yang digelar oleh Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat di Karawang, Rabu (11/6).
Forum strategis ini mengusung tema “Strategi Menjaga Daya Beli dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat melalui Pengendalian Inflasi dan Perluasan Digitalisasi.”
Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, para kepala daerah se-Jawa Barat, serta pemangku kepentingan dari sektor ekonomi, keuangan, dan teknologi. Dalam sambutannya, Gubernur Dedi menekankan pentingnya kolaborasi antara ekonomi digital dan konvensional untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif.
“Ekonomi digital dan ekonomi konvensional tidak boleh dipertentangkan. Keduanya harus berdampingan dan saling mendukung. Tugas kita memastikan pelaku usaha tradisional tidak tertinggal, melainkan tumbuh bersama melalui pendampingan dan edukasi teknologi,” tegas Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (12/6/2025).
Merespons hal tersebut, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan dukungannya terhadap visi pembangunan ekonomi yang inklusif, khususnya dalam mendorong keterlibatan UMKM di era digitalisasi.
“Saya sepakat dengan Bapak Gubernur. Transformasi digital harus memberi ruang bagi seluruh lapisan masyarakat untuk tumbuh. Di Bekasi, kami terus mendorong agar UMKM ikut menikmati manfaat digitalisasi,” ujar Tri.
Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital di kalangan pelaku UMKM sebagai bagian dari kesiapan menghadapi perubahan zaman.
“Digitalisasi bukan sekadar soal teknologi. Ini menyangkut kesiapan mental dan keterampilan masyarakat. Oleh karena itu, kami akan memperluas program pelatihan digital agar warga Bekasi memiliki daya saing di era ekonomi baru,” jelasnya.
Forum Pasamoan Agung berperan sebagai wadah kolaborasi strategis antarwilayah di Jawa Barat, yang bertujuan menyusun kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, dan mempercepat adopsi teknologi digital secara merata. (*)














