Rotasi.co.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menekankan peran penting Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam transformasi layanan pertanahan Kementerian ATR/BPN.
Hal ini disampaikan saat membuka ujian PPAT gelombang kedua di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), Yogyakarta. Lebih dari 5.500 peserta mengikuti ujian ini, setelah sebelumnya 6.000 pendaftar dinyatakan lolos tahap seleksi.
Nusron Wahid menjelaskan transformasi tersebut meliputi dua aspek utama: sistem dan sumber daya manusia (SDM).
“Sistem (yang akan ditransformasi) itu ada dua, yaitu bisnis proses dan IT karena itu nanti kita akan link-an. Jadi kita akan link-an gagasanya nanti AJB (Akta Jual Beli) dan akta-akta yang Saudara-saudara susun nanti kalau lulus, itu secara online termonitor di dalam Pusdatin sehingga kita akan tahu berapa yang aktif, berapa yang tidak, transaksinya berapa, termasuk biaya transaksinya berapa akan kita monitor,” kata Nusron dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa (17/12/2024).
Sistem online ini akan memonitor seluruh aktivitas PPAT, mulai dari jumlah akta yang dibuat hingga biaya transaksinya.
Transformasi SDM, menurut Menteri Nusron, akan dilakukan melalui rotasi penempatan PPAT, serupa dengan sistem rotasi ASN di Kementerian ATR/BPN. Langkah ini diambil untuk mengatasi disparitas pelayanan dan biaya yang ditemukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“KPK menemukan bahwa biaya dan pelayanan PPAT tidak seragam. Ada yang tinggi sekali, ada yang besar sekali. Karena tidak seragam, mungkin kita sudah mempertimbangkan mungkin tempatnya PPAT itu akan kita rolling terus supaya tidak terjadi confusion terus menerus,” ujar Menteri Nusron.
Ujian PPAT tahun ini menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) yang transparan dan hasilnya dapat dilihat secara real time. Peserta dinyatakan lulus berdasarkan passing grade dan pemeringkatan.
Sebagai informasi, agenda tersebut dihadiri Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah, Asnaedi; Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Jonahar; Ketua STPN, Agustyarsyah; dan Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Harison Mocodompis, turut mendukung kelancaran ujian ini.
Para PPAT yang lulus diharapkan menjadi bagian integral dalam memajukan sektor pertanahan Indonesia. (*)













