Rotasi.co.id – Sebuah aksi kekerasan mengguncang warga Perumahan Irigasi, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Seorang pemuda berusia 22 tahun tega menganiaya ibu kandungnya sendiri hanya karena tidak diberikan uang Rp.30ribu
Peristiwa memilukan ini terjadi di garasi rumah korban dan terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di lokasi kejadian.
Dalam rekaman video yang beredar, tampak korban mengenakan pakaian biru hendak keluar rumah sebelum secara tiba-tiba diserang oleh pelaku, yang diketahui merupakan anak kandungnya sendiri.
Pelaku, yang belakangan diketahui bernama Moch Ihsan (23 tahun), langsung memukul kepala ibunya berkali-kali, menjambak rambutnya, menyeret tubuhnya ke lantai, hingga melempar sandal ke arah kepala sang ibu.
Korban yang mengenakan jilbab cokelat hanya bisa pasrah, tanpa sempat melawan atas tindakan brutal putranya.
Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar, kami telah mengamankan seorang pemuda berinisial MI (22) yang diduga melakukan kekerasan terhadap ibu kandungnya,” kata Kusumo dalam keterangannya kepada media, Minggu (22/6/2025).
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, aksi penganiayaan terjadi karena korban menolak permintaan pelaku untuk meminjamkan uang 30ribu ke tetangganya.
“Ibu korban sudah meminjamkan uang melalui whatsapp ke tetangganya, hanya tidak diberikan, namun pelaku tidak terima dan malah bertindak kasar terhadap korban,” ungkapnya.
Aksi kekerasan itu sontak memicu kemarahan warga sekitar. Beberapa tetangga turut membantu korban dengan memviralkan video dan menyarankan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.
Berkat laporan cepat, aparat dari Polres Metro Bekasi Kota berhasil mengamankan pelaku hanya beberapa saat setelah kejadian.
“Pelaku saat ini telah ditahan di Mapolres Metro Bekasi Kota dan akan menjalani proses hukum lebih lanjut. Kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi psikologis pelaku serta menelusuri kemungkinan adanya kekerasan berulang di lingkungan keluarga ini,” tegas Kusumo.
Video rekaman CCTV yang beredar di media sosial memicu reaksi keras dari warganet. Banyak yang mengecam keras tindakan pelaku dan meminta agar proses hukum berjalan tegas tanpa kompromi.
Kejadian ini pun menjadi perhatian masyarakat luas dan memperkuat urgensi perlindungan terhadap korban kekerasan. (*)













