Rotasi.co.id – Tingginya minat investasi asing terhadap Program Satu Juta Rumah menunjukkan potensi besar sektor perumahan di Indonesia.
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimukti Yudhoyono, menanggapi antusiasme sejumlah negara terhadap program tersebut.
“Ya, ini juga sebuah proyek atau program yang luar biasa ya. Tiga juta rumah di seluruh Indonesia, baik di desa maupun di kota, tentu tidak mudah,” kata AHY sapaan akrabnya kepada Rotasi pada Selasa (21/1/2025).
Ia menyebut, program ambisius ini telah menarik perhatian setidaknya tiga negara, yaitu Uni Eropa, Singapura, dan Turki.
“Ketiga negara tersebut menyatakan ketertarikan untuk berinvestasi dan berpartisipasi dalam pembangunan perumahan massal di Indonesia,” ungkapnya.
Menurutnya, minat yang tinggi ini menunjukkan kepercayaan investor internasional terhadap potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kebutuhan mendesak akan penyediaan hunian layak bagi masyarakat.
Menko Agus menekankan pentingnya perencanaan yang matang untuk keberhasilan program ini.
“Pertama harus diketahui lahannya di mana saja, dipetakan. Harus disesuaikan dengan tata ruang wilayah yang juga harus responsif terhadap kebutuhan,” paparnya.
Ia menyadari tantangan besar yang dihadapi, mengingat backlog perumahan di Indonesia masih cukup tinggi.
Data menunjukkan, masih terdapat sekitar 10 juta keluarga yang belum memiliki rumah. Jumlah ini belum termasuk lebih dari 20 juta keluarga yang menghuni rumah tidak layak huni atau rumah yang masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Oleh karena itu, perencanaan yang komprehensif dan terintegrasi menjadi kunci keberhasilan Program 3 Juta Rumah.
“Hal ini mencakup identifikasi lahan, perencanaan tata ruang yang responsif, serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan investor asing,” ujarnya.
Dukungan penuh dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko PMK) diberikan untuk memastikan program ini berjalan lancar dan mencapai target yang telah ditetapkan.
Suksesnya program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” pungkas AHY. (*)













