Rotasi.co.id – Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan kepada 6.500 warga penyintas pascabencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dasar dan pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat di 11 kabupaten terdampak melalui kolaborasi lintas sektor yang telah berjalan selama tiga bulan terakhir.
Capaian program kemanusiaan tersebut dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Monitoring dan Evaluasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) Sumatera yang digelar di Gedung Delta, Sekolah Vokasi IPB University, Bogor, Sabtu (28/02/2026).
Bantuan yang diberikan mencakup logistik pangan, tenda darurat, perlengkapan sekolah, renovasi rumah ibadah, hingga penyediaan teknologi komunikasi Starlink dan lampu panel surya untuk wilayah yang terisolasi.
“ARM HA-IPB bersama mitra-mitranya telah berusaha sekuat tenaga membantu para penyintas di 11 kabupaten di tiga provinsi yang terdampak banjir dan longsor. Hal ini tidak mungkin terlaksana tanpa perencanaan dan koordinasi yang baik,” ujar Ketua Umum ARM HA-IPB, Ahmad Husein dalam keterangan tertulis yang diterima pada Minggu (1/3/2026).
Sementara itu, Sekretaris Jenderal ARM HA-IPB, Agus Rusli memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mitra, termasuk DPD HA-IPB di tiga provinsi dan Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Barat, yang telah mengerahkan sedikitnya 161 relawan ke lapangan.
Selain bantuan fisik, kolaborasi dengan Wahana Muda Indonesia (WMI) juga difokuskan pada desa binaan seperti Lubuk Sidup di Aceh Tamiang serta Pantai Kera dan Batu Sumbang di Aceh Timur melalui layanan medis dan pencarian pertolongan.
“Kerja sama dan dukungan ARM HA-IPB amat membantu relawan WMI dalam menunaikan tugas kemanusiaan di Sumatera, khususnya di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Tapanuli Tengah,” ungkap Sekretaris Jenderal WMI, Noer S. Azhari.
Sebagai tindak lanjut, Rakornis ini juga mendiskusikan rencana program pemulihan jangka panjang yang menyasar sektor pertanian, mengingat kerusakan lahan tani akibat banjir dan longsor tergolong cukup parah.
ARM HA-IPB berkomitmen untuk mendokumentasikan seluruh pengalaman penanganan bencana ini ke dalam bentuk tulisan ilmiah guna menjadi bahan kajian dan standar operasional penanganan darurat di masa mendatang. (*)














