ROTASI.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, melakukan evaluasi Kembali tentang penerapan pembelajaran tatap muka di wilayah tersebut. Hal itu setelah adanya upaya penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) wilayah Pulau Jawa-Bali.
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, reevaluasi tersebut merupakan instruksi yang disampaikan Menko Perekonomian terkait PSBB serentak di Pulau Jawa dan Bali.
“Ketentuan pusat tentu sudah jelas terkait pembelajaran tatap muka. Kita tentunya akan melakukan reevaluasi, melihat apa saja yang harus ditekan bersama Dinas Pendidikan terkait pembelajaran memasuki semester genap,” kata Pepen sapaan akrab Wali Kota bekasi ini, usai memimpin Rakor, di GOR Chandrabaga, Kamis (7/1/2021).
Ia mengaku, saat ini masih menunggu instruksi secara resmi seperti apa regulasinya. Selain itu, ia menekankan menekankan, bahwa kebijakan yang diambil untuk meningkatkan proses pembelajaran secara daring. Hal tersebut agar tidak bertentangan dengan kebijakan pusat terkait penanggulangan Covid-19.
“Kita ingin meningkatkan dalam proses daring. Oleh karena itu saya minta Disdik membuat program, apa saja yang perlu ditingkatkan dalam proses daring,” tegasnya.
Menurutnya, jika memang kemungkinan penerapan belajar tatap muka, bisa saja dilakukan. Hanya tinggal bagaimana keberanian daerah. Tentu ada aturan agar daerah dan pusat tidak bertentangan. Saat ini, daerah belum diberi kewenangan maka harus ikut pusat.
“Jika tidak diberi kewenangan menggelar tatap muka, jika begitu berarti kan harus ikut pusat. Pemkot Bekasi, sebenarnya sudah 70 persen siap menggelar pembelajaran tatap muka,” tandasnya menyatakan bahwa sisa 30 persen bisa diambil dengan cara pilihan karena ketidaksiapan.
Namun demikian, ia memahami ada kekhawatiran pihak eksternal seperti orang tua atau wali murid. Merasakan jika pembelajaran tatap muka dilakukan bisa menimbulkan klaster baru dan lainnya. Oleh sebab itu, ia mengaku mengerem pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan lebih menekankan PJJ.
“Daripada digelar dan dianggap bertentangan lebih baik memaksimalkan sistem daring. Apa saja poin yang bisa ditingkatkan dari proses itu. Karena setahun ini juga kita sudah menggelar PJJ,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pemkot Bekasi melalui Dinas Pendidikan, diketahui sudah memastikan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (SPTMT) di wilayah setempat mulai digelar Januari 2021. (ar)













