Rotasi.co.id – Kemajuan era industri 4.0 telah mendorong peran perempuan semakin signifikan di berbagai sektor, termasuk pemerintahan.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menjadi contoh nyata peran penting perempuan dalam pembangunan nasional.
Pembina Ikatan Istri Karyawan dan Karyawati (IKAWATI) Kementerian ATR/BPN, Dily Nusron Wahid menyatakan kebanggaannya terhadap kontribusi pegawai perempuan.
“Saya sangat bangga melihat kiprah para pegawai perempuan di Kementerian ATR/BPN. Banyak yang kini menduduki posisi strategis,” kata Dily dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin (21/04/2025).
Ia menjelaskan, keberadaan mereka membuktikan bahwa sektor pertanahan bukan lagi ranah eksklusif laki-laki.
Dari total 8.591 pegawai perempuan di Kementerian ATR/BPN yang tersebar di seluruh Indonesia, 139 menjabat sebagai Pejabat Administrator, 16 sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, dan 2 sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Madya.
“Mereka menghadirkan nilai tambah melalui ketelitian, empati, dan dedikasi dalam pelayanan publik,” ungkapnya.
Dily menekankan bahwa kesetaraan gender di Kementerian ATR/BPN bukan hanya slogan.
“Perempuan di sini bukan pelengkap. Mereka adalah penggerak,” tegasnya.
Ia mendorong mereka untuk terus menjadi agen perubahan.
Sementara itu, Kisah Cut Putri Ananda, Asisten Penata Kadastral Pemula di Kantor Pertanahan Kota Sabang, Aceh, menjadi inspirasi.
Sejak 2017, ia menjadi satu-satunya petugas ukur perempuan di kantornya, mengatasi tantangan medan berat dengan semangat tinggi.
“Medannya berat, bisa naik turun gunung atau dekat tebing. Tapi, saya tetap semangat karena ini bagian dari tugas saya,” ungkap Cut Putri.
Ia membuktikan bahwa perempuan mampu menjalankan tugas teknis di lapangan, bahkan mengatasi keraguan awal atas kemampuannya.
“Banyak yang awalnya ragu, tapi akhirnya kagum,” tambahnya.
Kisah Cut Putri menjadi bukti nyata bahwa perempuan mampu berkontribusi penuh di sektor pertanahan. (*)













