Rotasi.co.id – Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI), Abidinsyah Siregar, menegaskan pentingnya pembentukan kembali Komisi Pengawas Independen Haji Indonesia yang bertugas langsung di bawah presiden.
Hal ini ia sampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah IPHI Jawa Tengah Periode 2025–2030 dan RAKERWIL IPHI Jawa Tengah, di Grand Wahid Salatiga, Sabtu (14/6/2025).
Menurut Abidinsyah, keberadaan Komisi Pengawas Independen Haji sebelumnya terbukti efektif selama periode 2013 hingga 2019 dalam memastikan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
Sayangnya, sejak 2020, komisi tersebut ditiadakan dan berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan haji.
“Kita dengar sekarang banyak kabar yang tidak menyenangkan soal penyelenggaraan haji. Padahal, saat Komisi Pengawas Independen Haji masih ada, semuanya diawasi secara ketat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa salah satu fokus pengawasan komisi adalah kualitas konsumsi jemaah. Namun, pada musim haji terakhir, Abidinsyah menyebut 90 persen jemaah tidak merasakan makanan layak, yang menyebabkan banyak jemaah jatuh sakit hingga terpaksa melaksanakan sebagian ibadah di hotel.
“Akibat tidak mendapatkan konsumsi yang layak, banyak jemaah jatuh sakit. Dampaknya, ibadah tidak maksimal, dan secara psikologis mereka juga terganggu,” tegasnya.
Abidinsyah berharap, usulan IPHI untuk membentuk kembali Komisi Pengawas Independen Haji Indonesia dapat diterima oleh pemerintah demi meningkatkan pengelolaan ibadah haji Indonesia ke depan.
“Ini amanah dari IPHI. Kami ingin ibadah haji bisa dikelola secara maksimal dan jemaah mendapatkan pelayanan terbaik,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PW IPHI Jawa Tengah Periode 2025–2030, Masrifan Djamil, menyampaikan optimismenya bahwa IPHI Jawa Tengah akan menjadi organisasi yang lebih aktif dan kontributif, terutama di bidang kesehatan.
Ia mengungkapkan bahwa IPHI Jawa Tengah kini membentuk Komisi Kesehatan sebagai terobosan strategis.
“Kami ingin tidak hanya membantu pemerintah, tapi juga memberi manfaat nyata kepada masyarakat dan umat,” ujar Masrifan.
Program prioritas yang dicanangkan antara lain adalah bakti sosial bidang kesehatan, seperti operasi katarak gratis, konsultasi dokter gigi, hingga edukasi kesehatan untuk masyarakat umum.
“Alhamdulillah, banyak guru besar bergabung dalam periode ini. Kami juga memiliki dokter spesialis yang siap turun langsung membantu masyarakat,” katanya.
Masrifan menambahkan bahwa IPHI Jawa Tengah ke depan akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam bidang pelayanan sosial dan kesehatan, dengan pendekatan berbasis kemaslahatan umat.
“Kami akan galakkan program-program yang berdampak langsung, karena IPHI harus hadir dan memberi solusi,” tutupnya. (*)














