Rotasi.co.id – Konferensi Internasional bertajuk International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 resmi dibuka di Jakarta International Convention Center (JICC).
Forum global ini dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi pembangunan infrastruktur nasional dan internasional yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan.
Direktur Jenderal Penataan Agraria Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Yulia Jaya Nirmawati, menegaskan Reforma Agraria memiliki peran strategis sebagai instrumen konkret dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang berpihak pada masyarakat.
“Kami mengawal pelaksanaan Reforma Agraria bukan hanya sebagai bentuk keadilan agraria, tetapi sebagai instrumen nyata dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang pro rakyat,” ujar Yulia dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (14/6/2025).
Menurutnya, program Redistribusi Tanah yang clean and clear memungkinkan masyarakat untuk memanfaatkan lahan secara produktif, terutama di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi.
Pemanfaatan tanah ini tidak hanya memperkuat daya ekonomi lokal, tetapi juga mendukung pemerataan pembangunan dari desa ke kota.
Yulia menambahkan bahwa Kementerian ATR/BPN siap berkontribusi dalam penguatan data pertanahan sebagai bagian dari dukungan konkret terhadap agenda pembangunan nasional.
Data dari Reforma Agraria akan menjadi acuan penting dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek infrastruktur yang inklusif, berbasis kebutuhan masyarakat, dan tepat sasaran.
“Data hasil Redistribusi Tanah ini menjadi dasar agar pembangunan tidak hanya kuat dari sisi fisik, tapi juga tepat dari sisi sosial dan ekonomi,” jelas Yulia.
Yulia menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan International Conference on Infrastructure 2025, yang menjadi forum kolaboratif perdana di era Presiden Prabowo Subianto, dengan partisipasi aktif dari 26 negara.
Menurutnya, ICI 2025 dipandang sebagai wadah strategis untuk menyatukan visi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
“Momentum ICI 2025 ini menjadi ruang yang tepat untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dan lintas negara. Kita ingin tunjukkan bahwa Indonesia siap tumbuh dan membangun bersama dunia, dengan prinsip keadilan dan inklusivitas,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yulia juga mengapresiasi inisiatif Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang dinilai berhasil menghadirkan forum internasional yang progresif dan berdampak luas.
“Pokoknya, bravo, keren, selamat kepada Menko Infrastruktur, Pak AHY,” pungkasnya. (*)














