Rotasi.co.id – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, membahas langkah mitigasi strategis atas kenaikan harga plastik kemasan guna menjaga keberlangsungan usaha pelaku UMKM nasional di tengah ketidakpastian pasokan global.
Langkah ini bertujuan untuk meredam dampak lonjakan biaya bahan baku yang dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah, sekaligus memastikan stabilitas rantai pasok domestik bagi unit usaha kecil yang sangat bergantung pada material plastik.
Maman mengakui bahwa pihaknya telah menerima banyak aspirasi dari pelaku usaha terkait kenaikan harga plastik yang mencapai rentang 30 hingga 80 persen.
Kondisi tersebut memaksa pemerintah untuk segera melakukan koordinasi teknis bersama Kementerian Perdagangan dalam menentukan kebijakan intervensi yang tepat sasaran.
“Sudah ada aspirasi yang masuk. Kebutuhan plastik untuk bungkus produk memang naik, tapi kami akan siapkan mitigasinya. Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk menentukan langkah yang tepat,” ujar Maman Abdurrahman dikutip Selasa (7/4/2026).
Gejolak harga di pasar domestik ini terjadi menyusul memanasnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang berdampak langsung pada gangguan distribusi nafta sebagai turunan minyak bumi. Kenaikan harga minyak global ini memicu kekhawatiran besar bagi industri petrokimia nasional.
Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, mendesak pemerintah untuk segera melakukan stabilisasi melalui pengawasan ketat terhadap distribusi bahan baku di dalam negeri.
“Pemerintah perlu segera melakukan stabilisasi melalui pengawasan distribusi bahan baku serta penguatan industri petrokimia nasional agar ketergantungan terhadap pasokan global bisa dikurangi,” tegas Firnando Ganinduto dalam keterangan persnya.
Meskipun detail langkah teknis masih dalam tahap pembahasan, Kementerian UMKM berkomitmen untuk memberikan perlindungan maksimal bagi para pelaku usaha agar tidak terbebani oleh biaya produksi yang membengkak.
“Melalui sinergi antarlembaga dan penguatan industri hulu, pemerintah optimistis dapat memitigasi risiko ekonomi global ini demi mempertahankan daya saing produk UMKM di pasar lokal maupun internasional,” pungkasnya. (*)













