Rotasi.co.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana dengan menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliar untuk perbaikan masjid di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas ibadah yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025.
Bantuan diserahkan langsung kepada Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar usai Menteri Pertanian meninjau kawasan pembibitan kopi di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Selasa. Penyerahan bantuan turut disaksikan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah sebelum Mentan melanjutkan kunjungan kerja menuju Medan, Sumatera Utara.
“Ini Pak, saya tidak lihat tadi masjid, tolong disampaikan titipan saya Rp1 miliar untuk perbaikan masjid,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menyerahkan bantuan kepada Bupati Bener Meriah.
Dalam kunjungan tersebut, Mentan menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pemulihan sektor pertanian, tetapi juga memberikan perhatian terhadap sarana keagamaan dan kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana. Langkah itu menjadi bagian dari upaya mempercepat proses rehabilitasi sekaligus mengembalikan aktivitas sosial masyarakat di wilayah terdampak.
“Pemerintah harus hadir ketika masyarakat menghadapi musibah. Karena itu kami berupaya membantu proses pemulihan, baik melalui sektor pertanian maupun kebutuhan masyarakat lainnya,” kata Amran.
Sebelumnya, dalam dialog bersama pemerintah daerah dan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Desa Rimba Raya, Mentan mengungkapkan bahwa dirinya telah beberapa kali merencanakan kunjungan ke Bener Meriah. Namun, agenda tersebut sempat tertunda karena kondisi yang belum memungkinkan pascabencana.
“Saya sudah beberapa kali berupaya datang ke sini, tetapi sebelumnya belum memungkinkan. Hari ini akhirnya saya bisa hadir langsung melihat kondisi masyarakat,” ungkapnya.
Amran juga mengenang momentum ketika bencana melanda Aceh bersamaan dengan kondisi kesehatannya yang sedang menjalani perawatan medis. Meski masih menggunakan infus, ia mengaku tetap memimpin rapat koordinasi untuk memastikan bantuan pemerintah segera disalurkan kepada daerah yang terdampak.
“Infus kami cabut. Langsung pimpin rapat sekitar 40 menit dari Kementerian Pertanian bersama seluruh keluarga besar kementerian untuk menyalurkan bantuan kepada tiga provinsi terdampak. Nilainya sekitar Rp75 miliar dan porsi terbesar disalurkan ke Aceh,” tutur Amran.
Menurut Mentan, kepeduliannya terhadap Aceh juga dilandasi ikatan emosional yang kuat dengan daerah tersebut. Ia menyebut hubungan keluarga dan sejarah keluarganya di Bener Meriah menjadi alasan tersendiri untuk terus memberikan perhatian terhadap masyarakat Aceh, khususnya ketika menghadapi bencana.
“Jadi ikatan emosional saya sangat dekat. Walaupun kami sedang sakit dan diinfus, begitu mendengar Aceh terkena bencana, kami langsung bergerak. Duka Aceh adalah duka kami, masalah Aceh adalah masalah kami. Kami harus turun tangan,” tegasnya.
Selain bantuan perbaikan masjid, Amran menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menyalurkan berbagai bentuk dukungan bagi masyarakat Aceh. Bantuan tersebut meliputi logistik, program pemulihan sektor pertanian, hingga pengembangan lahan produktif sebagai bagian dari percepatan pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
“Kami akan terus mendampingi masyarakat Aceh melalui berbagai program pemulihan dan pembangunan agar daerah terdampak bencana dapat bangkit, berkembang, serta kembali meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (*)














