Rotasi.co.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan langkah Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan abolisi kepada Thomas Lembong dan amnesti kepada Hasto Kristiyanto didasari pada pertimbangan politik.
Menurut Pras, dua kasus yang menjerat Tom dan Hasto lebih dominan bernuansa politis, sehingga presiden menggunakan hak konstitusionalnya untuk mengambil keputusan tersebut.
“Dalam dua kasus ini yang nuansanya lebih banyak ke masalah politik, itulah yang menjadi dasar Pak Presiden menggunakan hak prerogatifnya,” ujar Prasetyo Hadi dalam keterangan yang dikutip pada Senin (5/8/025).
Langkah Presiden tersebut sempat menuai kritik dari sejumlah pihak karena dilakukan tidak lama setelah Tom dan Hasto divonis oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
Diketahui, Hasto Kristiyanto dijatuhi hukuman 3,5 tahun penjara dalam kasus suap, sementara Tom Lembong divonis 4,5 tahun atas dugaan korupsi impor gula saat menjabat sebagai Menteri Perdagangan periode Agustus 2015 hingga Juli 2016.
Semangat Persatuan Jelang HUT RI ke-80
Lebih lanjut, Mensesneg menekankan bahwa keputusan pemberian abolisi dan amnesti tersebut tidak terlepas dari semangat persatuan nasional menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus mendatang.
“Abolisi dan amnesti ini juga membawa semangat rekonsiliasi dan persatuan. Namun, bukan berarti pemerintah akan menutup mata terhadap praktik-praktik korupsi,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak mencerminkan kelonggaran terhadap tindak pidana korupsi, melainkan merupakan strategi politik yang diambil dengan pertimbangan matang demi menjaga stabilitas nasional.
Seruan Mengurangi Kegaduhan Politik
Prasetyo juga mengimbau masyarakat untuk tidak terus memperkeruh suasana politik dengan perdebatan yang dinilai tidak produktif. Ia menekankan pentingnya fokus pada upaya membangun bangsa dan memperbaiki persoalan masyarakat.
“Kita butuh ketenangan untuk membangun dan memperbaiki seluruh persoalan yang dihadapi oleh rakyat. Energi kita jangan dihabiskan untuk hal-hal yang kurang produktif,” pungkasnya. (*)














