Rotasi.co.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan kondisi infrastruktur di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak bencana kini telah membaik dan siap melayani arus mudik Lebaran 2026.
Penegasan tersebut bertujuan untuk memberikan jaminan keamanan mobilitas masyarakat melalui percepatan rehabilitasi konektivitas wilayah yang dilakukan oleh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR).
Dalam evaluasi terbaru bersama Satgas PRR, Menko AHY mengungkapkan bahwa pembangunan kembali difokuskan pada infrastruktur dasar yang menjadi urat nadi transportasi dan pelayanan publik.
Meski proses pemulihan dilakukan secara bertahap, pemerintah menjamin jalur-jalur utama transportasi saat ini sudah dapat dilalui dengan normal oleh kendaraan pemudik.
“Tadi pagi kami secara khusus melakukan update progres dan evaluasi satuan tugas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam di Sumatra, baik Aceh, Sumut, maupun Sumbar. Memang banyak yang sudah jauh lebih baik kondisinya di ketiga provinsi tersebut,” ujar AHY dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).
Pemerintah memprioritaskan perbaikan jalan dan jembatan sebagai sarana mobilitas utama, yang dibarengi dengan pemulihan fasilitas sanitasi, suplai air bersih, rumah ibadah, hingga sarana kesehatan.
Selain infrastruktur fisik jalan, Menko AHY juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak agar proses pemulihan sosial ekonomi dapat berjalan lebih cepat.
“Kita memang fokus pada perkuatan atau pembangunan kembali infrastruktur dasar: jalan, jembatan, termasuk sanitasi, suplai air bersih, rumah ibadah, sekolah, rumah sakit,” tambah AHY.
Menteri AHY mengakui bahwa meskipun belum seluruh wilayah pulih 100 persen seperti kondisi sebelum bencana, pengerahan alat berat dan personel di lapangan dilakukan secara maksimal secara step-by-step.
Pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan rumah besar terkait perumahan rakyat yang hancur atau hilang akibat bencana, sambil terus menjaga kesiapan jalur mudik di Sumatra agar berjalan aman dan lancar. (*)














