Rotasi.co.id – Minimnya tanah makam di wilayah Bekasi Utara Kota Bekasi dikeluhkan berbagai elemen Masyarakat. Tidak sedikit banyak warga yang memakamkan sanak saudaranya di berbagai wilayah di Kota Bekasi, hingga diluar Bekasi.
Anggota DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim menegaskan komitmennya mendorong Pemerintah Kota Bekasi untuk segera merealisasikan pembangunan tanah makam baru di Bekasi Utara sebagai upaya menjawab kebutuhan mendesak warga akibat habisnya kapasitas lahan pemakaman di wilayah tersebut.
“Pembangunan tanah makam ini harus segera direalisasikan karena kebutuhan masyarakat sudah sangat mendesak,” kata Arif dalam keterangannya pada Senin (10/11/2025).
Menurut Arif, keterbatasan ruang pemakaman di Bekasi Utara telah berlangsung selama beberapa tahun dan menimbulkan kesulitan serius bagi warga ketika menghadapi musibah kematian.
“Warga sudah beberapa kali kesulitan mencari lokasi pemakaman ketika ada yang meninggal dunia,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa DPRD bersama masyarakat telah mengusulkan pengadaan lahan makam melalui anggaran sebesar Rp8 miliar, dan pemerintah daerah telah menyiapkan alokasi pendanaannya dalam APBD.
“Usulan ini sudah kami kawal sejak 2023 dan anggarannya kini sudah siap,” ujar Arif.
Arif mengungkapkan, pemerintah sebenarnya telah menunjuk lokasi rencana pembangunan makam baru di kawasan milik PLN, namun prosesnya terhambat karena status kepemilikan lahan belum diperbarui.
“Lokasi itu masih terkendala administrasi, sehingga belum bisa diambil alih untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap permasalahan administratif tersebut dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan agar lahan dapat segera difungsikan sebagai area pemakaman resmi.
“Kami dorong agar masalah ini tuntas dalam satu bulan ke depan,” ucapnya.
Lahan yang direncanakan memiliki luas sekitar dua hektare, sehingga dinilai cukup untuk menampung kebutuhan pemakaman warga Bekasi Utara untuk beberapa tahun ke depan.
“Dua hektare itu cukup besar dan bisa menjawab kebutuhan masyarakat beberapa tahun mendatang,” ujarnya.
Meski demikian, Arif menekankan perlunya pemerintah menyiapkan lokasi alternatif jika proses penyelesaian lahan PLN tidak menunjukkan kemajuan.
“Pemerintah harus sigap. Harus ada pilihan lain jika lahan PNN belum selesai,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Dengan dukungan anggaran yang telah tersedia dan dorongan kuat dari DPRD serta masyarakat, Arif optimistis bahwa pembangunan lahan makam di Bekasi Utara dapat direalisasikan tahun ini.
“Anggarannya ada, dukungan masyarakat ada. Sekarang tinggal pemerintah bergerak cepat,” pungkasnya. (*)














