Rotasi.co.id – Anggota DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, mendorong Pemerintah Kota Bekasi untuk segera merealisasikan pembangunan lahan pemakaman baru di wilayah Bekasi Utara guna menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.
Langkah strategis ini diambil sebagai solusi atas habisnya kapasitas Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah tersebut, yang selama ini memaksa warga memakamkan sanak saudara mereka hingga ke luar daerah Kota Bekasi.
Ia menegaskan keterbatasan ruang pemakaman di Bekasi Utara telah menjadi persoalan serius selama beberapa tahun terakhir.
Kondisi ini kerap menimbulkan kesulitan bagi warga yang tengah menghadapi musibah kematian karena harus mencari lokasi yang sangat jauh dari tempat tinggal mereka.
“Pembangunan tanah makam ini harus segera direalisasikan karena kebutuhan masyarakat sudah sangat mendesak. Warga sudah beberapa kali kesulitan mencari lokasi pemakaman ketika ada yang meninggal dunia,” ujar Arif Rahman Hakim kepada Rotasi, Rabu (04/03/2026).
Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan bahwa DPRD bersama masyarakat telah mengawal usulan pengadaan lahan tersebut sejak tahun 2023.
Saat ini, anggaran sebesar Rp8 miliar telah dialokasikan secara resmi dalam APBD Kota Bekasi. Namun, pelaksanaan fisik di lapangan masih terkendala status administratif pada lokasi rencana pembangunan di kawasan milik PLN.
“Usulan ini sudah kami kawal sejak 2023 dan anggarannya kini sudah siap. Namun, lokasi itu masih terkendala administrasi sehingga belum bisa diambil alih untuk kepentingan masyarakat. Kami dorong agar masalah ini tuntas dalam satu bulan ke depan,” jelas Arif.
Lahan yang diproyeksikan memiliki luas sekitar dua hektare tersebut dinilai mampu menampung kebutuhan pemakaman warga Bekasi Utara hingga beberapa tahun ke depan. Meski demikian, Arif mengingatkan pemerintah agar tidak terpaku pada satu lokasi saja.
Ia meminta pemerintah daerah menyiapkan opsi lahan alternatif jika proses negosiasi administrasi dengan pihak PLN tidak menemui titik temu dalam waktu dekat.
“Pemerintah harus sigap. Harus ada pilihan lain jika lahan PLN belum selesai. Anggarannya ada, dukungan masyarakat ada. Sekarang tinggal pemerintah bergerak cepat agar pembangunan lahan makam ini terealisasi tahun ini,” pungkasnya. (ADV)














