Rotasi.co.id – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bekasi, telah memulai aktifasi akun Sistem Informasi Rekapitulasi Pilkada (Sirekap) di setiap TPS di Kota Bekasi.
Komisioner KPUD Kota Bekasi, Faris Ismuammir menyebut sebanyak 3673 TPS telah diaktifasi per hari Senin (18/11/2024), dan diperkirakan pada Selasa atau Rabunya akan selesai.
“Akun Sirekap di tiap TPS ada 2, berarti 3673 x 2 yang kita aktifasi. Dan per hari ini sudah 92, kemungkinan hari ini atau besok lah tuntas,” kata pria yang akrab disapa Ais, pada Senin (18/11/2024).
Hal ini Ia sampaikan berdasarkan instruksi yang diterima dari KPU RI, sebagai uji coba beban Nasional.
“Instruksinya adalah menguji beban aplikasi Sirekap pada tanggal 21 November. Itu se-Indonesia,” ujar Ais.
Nantinya, KPUD Kota Bekasi akan mengundang minimal 1 orang di setiap TPS untuk melakukan uji coba Sirekap.
Tidak hanya bergantung pada penyelenggara, namun Ais juga mengajak kepada masyarakat untuk dapat terlibat mengawal proses rekapitulasi hasil perhitungan suara nantinya.
“Di TPS itu bukan hanya pungut dan hitung, tapi pungut, hitung dan photo,” terangnya.
Sebab menurutnya, Sirekap tidak hanya berfungsi memberikan informasi secara aktual. Namun kecepatan dan akurasinya tentu perlu diperhitungkan.
Dengan dukungan konektivitas jaringan di Kota Bekasi, Ais berharap tidak ada kendala saat pelaksanaan nanti, sebab jika pun ada masalah terkait jaringan, Sirekap sudah menyediakan fitur offline.
Adapun perbedaan aplikasi Sirekap saat pemilu februari 2024 lalu, hanya terdapat pada penambahan berupa fitur yang dapat diedit setelah mengunggah.
“Kan kalau kemarin terlanjur diunggah tidak bisa dirubah, kalau ini bisa,” tuturnya.
Selain itu fitur lainnya ialah terdapat warning atau peringatan jika terdapat kekurangan Surat Suara.
Fitur yang tak kalah canggih ialah adanya peningkatan sistem perlindungan data. Mengingat data suara sangat rentan terhadap serangan untuk memanipulasi hasil perhitungan.
“Berdasarkan data intelejen periode Januari September itu ada serangan ke aplikasi-aplikasi milik KPU itu 10 Jutaan,” tutur Ais.
Oleh karenanya Ais optimis bahwa aplikasi Sirekap kali ini akan berjalan maksimal di Pemilukada kali ini.
Tanpa menghilangkan proses kerja konvensional, Sirekap hadir untuk menyempurnakan proses pemilihan umum di Indonesia. Diharapkan dapat memberikan pelayanan informasi yang tidak hanya cepat namun juga akurat.













