Rotasi.co.id – Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Novrian, menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi tujuh korban tewas tenggelam di Kali Bekasi, Jati Asih, Kota Bekasi, pada Minggu 22 September 2024 lalu.
Novrian menduga hal tersebut masih berkaitan dengan aksi kelompok remaja bermotor serta menyorot keterlibatan anak-anak di bawah umur dalam tindakan berbahaya, seperti nongkrong hingga larut malam dan membawa senjata tajam.
“Karena memang di dalam proses peristiwa tersebut terdapat juga anak-anak, bahkan di dalam tadi yang diamankan juga ada sekitar lima anak,” kata Novrian, dalam Konferensi Pers di Mapolres Metro Bekasi Kota, Senin (23/9/2024) siang.

Ia menyesalkan lemahnya pengawasan orang tua maupun lingkungan pendidikan sekitar, dan mendesak adanya formulasi kebijakan yang lebih tegas untuk mencegah kenakalan remaja.
“Misalkan kenapa anak ini tawuran? Bisa jadi faktor sosial media hari ini mempengaruhi mereka, bisa juga pola asuh keluarga, atau mungkin pola pendidikan di sekitar kita,” ucapnya
“Makanya, mungkin kita cari formulasi bersama bagaimana untuk mencegah tawuran atau kenakalan remaja,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, motif dari perilaku kenakalan tersebut, bisa berkaitan dengan kebutuhan para remaja untuk mendapatkan pengakuan sosial.
“Karakter anak-anak membutuhkan aktualisasi diri, dan mereka sering kali mencari pengakuan dari lingkungannya,” paparnya.
Ia mengatakan, keterlibatan KPAD saat ini untuk melakukan pendampingan, mengingat adanya anak-anak yang turut diamankan dalam peristiwa tersebut.
“Kita tetap mengawal untuk beberapa anak yang hari ini diamankan, itu kita dampingi dalam proses pemeriksaannya,” tutupnya














