Rotasi.co.id — Wacana pengembangan kawasan Kalimalang sebagai ikon wisata dan identitas baru Kota Bekasi mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi, Faisal.
Ia menyebut rencana tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing kota, memperkuat citra daerah, dan mendorong sektor pariwisata berbasis lokal.
“Saya sangat bahagia karena ini yang dibutuhkan Kota Bekasi. Bukan hanya masyarakat yang menantikan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah. Saat ini, hampir setiap kepala daerah berlomba menciptakan ikon wilayahnya. Maka, Bekasi tidak boleh ketinggalan,” tegas Faisal dalam pernyataannya usai menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertema Penataan Kawasan Bantaran Sungai Kalimalang Menjadi Objek Wisata, Sabtu (14/6/2025).
Faisal menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif dalam perencanaan kawasan Kalimalang, termasuk integrasi antara tata ruang, ekonomi kreatif, pelestarian budaya, hingga penguatan kearifan lokal.
Menurutnya, proyek tersebut harus menjadi ikon berkelanjutan, tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan kota.
“Harus tidak ada celah kekurangan dalam konsep ini. Ini bukan hanya soal estetika, tetapi harus menjadi identitas baru masyarakat Kota Bekasi. Kita harus punya ikon yang bisa dibanggakan dan memberi nilai tambah ekonomi serta sosial,” ujarnya.
Politisi Partai Golkar itu optimistis bahwa Kota Bekasi memiliki potensi besar untuk menyaingi kota-kota tujuan wisata lain di Indonesia, seperti Bali dan Yogyakarta.
Ia menilai Kalimalang bisa menjadi destinasi unggulan yang menarik wisatawan regional maupun nasional.
“Sekarang saatnya kita bangga dengan Kota Bekasi. Potensinya besar, tinggal bagaimana kita mengemasnya dengan baik dan serius,” kata Faisal.
Terkait pembiayaan proyek, Faisal menjelaskan bahwa pemerintah daerah sedang menjajaki kerja sama dengan pihak swasta, termasuk investor strategis yang tertarik mendukung pembangunan infrastruktur berbasis wisata.
Namun ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kepentingan ekonomi investor dan manfaat publik.
“Dinas terkait dan kepala daerah sedang mencari solusi pendanaan. Termasuk melalui skema kerja sama dengan investor. Tapi kami tekankan, harus ada keseimbangan antara modal yang dikeluarkan dan keuntungan yang diperoleh. Idealnya, pengelolaan kawasan wisata ini nantinya bisa dialihkan ke pemerintah daerah dalam waktu yang tepat,” jelas Faisal.
Pemerintah Kota Bekasi dan DPRD terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi Kalimalang menjadi destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, diharapkan Kalimalang tak hanya menjadi ikon fisik, tetapi juga menjadi simbol kemajuan dan kebanggaan warga Bekasi. (*)














