Rotasi.co.id – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan keprihatinan dan memutuskan penundaan pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan PPIH Arab Saudi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh setelah wilayah tersebut terdampak banjir dan longsor.
“Keselamatan dan ketenangan warga adalah prioritas utama,” kata Menteri Haji dan Umrah RI, Irfan Yusuf dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (5/12/2025).
Ia menjelaskan musibah banjir dan longsor yang melanda ketiga provinsi tersebut menyebabkan terganggunya aktivitas masyarakat serta kesiapan lokasi pelaksanaan seleksi PPIH.
Penundaan dilakukan agar seluruh calon peserta dapat mengikuti seleksi dalam situasi yang aman dan layak.
“Kami menunda pelaksanaan CAT agar masyarakat dapat fokus pada keselamatan dan pemulihan pascabencana,” ungkapnya.
Keputusan penundaan diambil setelah Kemenhaj RI melaksanakan rapat koordinasi bersama jajaran pimpinan untuk mengevaluasi kondisi di lapangan. Kajian teknis dan laporan daerah menunjukkan perlunya langkah antisipatif demi memastikan kelancaran seleksi PPIH.
“Doa terbaik kami panjatkan untuk saudara-saudara kita di tiga provinsi tersebut,” ucap doanya.
Meski ditunda di tiga provinsi, pelaksanaan CAT untuk PPIH Kloter di tingkat nasional tetap berlangsung pada 4 Desember 2025.
Kegiatan tersebut digelar serentak di seluruh Kementerian Haji dan Umrah kabupaten/kota se-Indonesia.
“Penundaan hanya berlaku untuk Sumut, Sumbar, dan Aceh,” terangnya.
Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan jadwal terbaru bagi tiga provinsi terdampak akan diumumkan setelah koordinasi teknis lanjutan serta memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan situasi setempat.
“Informasi lanjutan akan disampaikan resmi setelah kondisi memungkinkan,” ujarnya.
Kemenhaj RI mengajak masyarakat agar tetap waspada, menjaga keselamatan, dan saling membantu dalam fase pemulihan pascabencana.
“Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan perlindungan bagi seluruh warga yang terdampak bencana,” pungkasnya. (*)














