Rotasi.co.id – Kementerian Haji dan Umrah melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) menggelar Expo UMKM 2026 yang terintegrasi dengan kegiatan manasik haji di Jakarta.
Agenda strategis ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem ekonomi nasional serta mempersiapkan jemaah secara menyeluruh melalui penggabungan edukasi ibadah dan pemberdayaan produk lokal sebagai implementasi amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa penguatan ekonomi merupakan pilar penting dalam mewujudkan “Tri Sukses Haji” yang berkelanjutan.
Menurutnya, melalui expo ini, pemerintah berupaya menciptakan kemandirian ekonomi dan memberikan nilai tambah pada seluruh rantai pasok kebutuhan jemaah, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air.
“Penguatan ekosistem ekonomi haji menjadi bagian dari Tri Sukses Haji. Melalui expo ini, kita mendorong kemandirian ekonomi dan nilai tambah dalam rantai pasok haji dan umrah. Manasik haji tidak hanya membekali jemaah dari sisi ibadah, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak saat meninjau lokasi kegiatan, Selasa (07/04/2026).
Konsep expo kali ini tampil inovatif dengan mengusung tema simulasi perjalanan ibadah yang dibagi menjadi beberapa zona representatif, seperti Madinah Al-Munawaroh, Bir Ali, dan Arafah.
Pendekatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman visual dan spasial yang nyata bagi jemaah dalam memahami alur ibadah sebelum bertolak ke Tanah Suci.
Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, menambahkan bahwa sebanyak 30 UMKM pilihan dilibatkan untuk menampilkan produk unggulan seperti kain ihram, mukena, hingga kuliner khas oleh-oleh haji.
Ke depan, para pelaku usaha ini akan difasilitasi untuk masuk ke dalam platform digital oleh-oleh haji guna mempermudah akses jemaah sekaligus memperluas pasar domestik agar mampu bersaing dengan produk impor.
“Expo ini bukan sekadar ajang pamer produk, tetapi juga sarana edukasi bagi jemaah sekaligus mendorong UMKM berperan aktif dalam membangun ekosistem ekonomi haji yang mandiri dan berkelanjutan,” pungkas Jaenal Effendi.
Melalui integrasi manasik dan pemberdayaan ekonomi ini, Kementerian Haji menegaskan komitmennya bahwa persiapan rukun Islam kelima tidak hanya berfokus pada kesiapan fisik dan spiritual, tetapi juga menjadi momentum besar untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan secara masif dan terdigitalisasi. (*)













