Rotasi.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus memperluas layanan wisata transportasi air yang terintegrasi dan terjangkau
Sejak 8 Juli 2025, warga Ibu Kota antusias memanfaatkan uji coba layanan kapal lintas wisata gratis dari Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, menuju tiga pulau cagar budaya di Kepulauan Seribu, yakni Pulau Onrust, Pulau Cipir, dan Pulau Bidadari.
Kepala Unit Pengelola Angkutan Perairan (UP AP) Dishub DKI Jakarta, Anthon R. Parura, menjelaskan bahwa layanan ini disediakan untuk rute pulang-pergi (PP), guna memfasilitasi masyarakat menjelajahi destinasi wisata sejarah secara nyaman dan aman.
“Pada hari pertama uji coba, tercatat 40 orang telah ikut serta. Hari kedua melonjak menjadi 100 orang, dan kami perkirakan pada hari terakhir ini jumlah peserta akan lebih banyak lagi,” ujar Anthon saat ditemui di Pelabuhan Muara Angke, Jumat (11/7/2025).
Untuk menunjang uji coba ini, Dishub DKI Jakarta menyiapkan dua kapal khusus, yakni Kapal Paus 2 dan Kapal Paus 3, yang diberangkatkan dalam dua trip per hari.
Trip pertama dimulai pukul 09.00 WIB, dengan batas pendaftaran hingga pukul 07.00 WIB. Sementara trip kedua berangkat pukul 10.00 WIB dengan pendaftaran terakhir pada pukul 08.00 WIB.
“Selama masa promosi ini, masyarakat tidak dikenakan biaya tiket kapal maupun tiket masuk ke Pulau Cipir dan Pulau Onrust. Namun, khusus Pulau Bidadari dikenakan retribusi sebesar Rp100 ribu per orang,” jelasnya.
Pendaftaran dilakukan secara offline di loket resmi Dishub DKI Jakarta yang berada di area Pelabuhan Muara Angke. Syarat utama untuk memperoleh tiket promo adalah dengan menunjukkan KTP. Tiket terbatas, sehingga warga diimbau datang lebih awal.
Kepala UP Museum Bahari Jakarta, Mis’ari, menyambut positif uji coba kapal wisata ini sebagai langkah mempermudah akses masyarakat ke pulau-pulau bersejarah di Kepulauan Seribu. Ia mengatakan, Pulau Onrust dan Pulau Cipir memiliki nilai sejarah tinggi dan kerap menjadi destinasi favorit wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
“Dengan hadirnya kapal lintas wisata ini, kami optimistis akan terjadi peningkatan jumlah kunjungan ke pulau-pulau cagar budaya, khususnya dari kalangan pelajar dan keluarga,” ujar Mis’ari.
Ia juga menyebut bahwa keberadaan transportasi air yang nyaman dan terjadwal akan membantu mendongkrak sektor pariwisata bahari Jakarta, sekaligus melestarikan sejarah kolonial dan maritim di kawasan tersebut.
Warga menyambut baik inisiatif ini. Salah satunya, Milyana (27), warga Grogol, Jakarta Barat, yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berlibur bersama keluarga.
“Kami jadi lebih mudah dan murah untuk liburan ke pulau-pulau bersejarah. Senang sekali bisa liburan gratis sambil belajar sejarah,” katanya antusias.
Program uji coba kapal lintas wisata ini merupakan bagian dari strategi Dishub DKI Jakarta untuk mendorong wisata sejarah bahari, memperluas aksesibilitas menuju pulau-pulau cagar budaya, serta membuka potensi ekonomi baru melalui jalur transportasi laut. (*)














