Rotasi.co.id – Menjelang peringatan Hari Guru Nasional 2024, situasi para guru di Kota Bekasi masih jauh dari harapan ideal.
Hal ini disampaikan oleh Ketua PGRI Kota Bekasi, Dedi Mufrodi yang menyebut jumlah tenaga pendidik masih kurang jika dibanding jumlah siswa.
“Kekurangan guru untuk SD berkisar 600 orang dan untuk SMP berkisar 300 orang,” kata Dedi kepada rotasi.co.id dalam keterangannya, Sabtu (16/11/2024).
Hal tersebut dikhawatirkan akan semakin memperlebar gap antara jumlah ketersediaan guru dan jumlah siswa yang memasuki Tahun Ajaran (TA) baru nantinya.
Mengingat banyaknya jumlah guru yang akan memasuki masa purna bakti pada TA 2025-2026 mendatang.
“Belum lagi di Tahun 2025-2026 akan ada guru yang memasuki masa purna bakti kisaran 500 hingga 600 orang,” terangnya.
Sedangkan idealnya, menurut Dedi ialah 1 berbanding 30. Dimana 1 guru mengajar untuk 30 siswa.
Kondisi kekurangan jumlah tenaga pendidik ini tentu berdampak pada kualitas pendidikan yang diterima oleh siswa.
Di tengah keterbatasan jumlah guru, perhatian terhadap kesejahteraan mereka menjadi sangat penting, mengingat tugas dan tanggung jawab yang semakin berat.
Dedi, menyebut perlunya ada pertimbangan terkait standar kehidupan yang ada di perkotaan.
“Artinya disesuaikan dengan standar hidup di Kota dan sebagai perbandingan dengan guru-guru yang ada di tetangga wilayah, yaitu DK Jakarta,” ujarnya.
Lebih lanjut, dirinya menyampaikan PGRI akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi.
PGRI berusaha mendorong Disdik agar dapat melakukan kajian yang lebih komprehensif, baik dari kuantitas maupun kualitas, serta membahas peningkatan kesejahteraan guru di Kota Bekasi.














