Rotasi.co.id – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan uji coba sistem Closed Circuit Television (CCTV) sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pemantauan arus lalu lintas serta mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan akurat selama periode libur panjang.
Uji coba tersebut dilaksanakan di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) atau Jasa Marga Road Combined Center (JMRC), yang berfungsi sebagai pusat kendali terpadu pemantauan kondisi jalan tol yang dikelola Jasa Marga.
Direktur PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rifan Achmad Purwantono, mengatakan uji coba ini tidak hanya ditujukan untuk pengamanan arus lalu lintas Nataru, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan awal menghadapi arus mudik Lebaran mendatang.
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan awal menghadapi arus mudik Lebaran yang akan datang,” kata Rifan dalam keterangannya, Senin (22/12/2025).
Rifan menjelaskan, pusat kendali ini merupakan command center terintegrasi yang mulai dioptimalkan sejak momen Nataru untuk memastikan kesiapan sistem pemantauan berbasis teknologi.
“Ini adalah combined center yang kami optimalkan pada Natal ini untuk uji coba, sebagai persiapan menghadapi Lebaran yang akan datang,” ujarnya.
Saat ini, Jasa Marga telah mengoperasikan lebih dari 3.000 unit kamera CCTV yang terpasang hampir setiap 500 meter di seluruh ruas jalan tol yang dikelola. Kamera tersebut dilengkapi teknologi resolusi tinggi serta kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
“Setiap ruas tol kami memiliki kamera dengan kualitas tinggi, termasuk AI yang mampu mengenali jenis kendaraan, serta fitur wind and motion untuk memantau kendaraan over dimension dan over load,” jelas Rifan.
Menurutnya, penguatan sistem CCTV ini difokuskan untuk mengoptimalkan traffic counting dan perhitungan volume capacity ratio (VC ratio) secara akurat dan real time. Data tersebut menjadi dasar penting dalam pengambilan kebijakan pengaturan lalu lintas.
“Traffic counting dan VC ratio kini benar-benar dioptimalkan dengan data yang ada, sehingga seluruh pemangku kepentingan dapat menggunakan Traffic Management and Business Center (TMBC) secara lebih efektif,” ujarnya.
Tidak hanya ruas tol yang dikelola Jasa Marga, sistem pemantauan ini juga telah terintegrasi dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lainnya. Sejumlah operator jalan tol, seperti Astra Infra, turut melakukan berbagi data CCTV guna menciptakan pemantauan lalu lintas yang lebih menyeluruh.
“Beberapa BUJT sudah melakukan data sharing, sehingga stakeholder yang datang ke sini bisa melihat kondisi lalu lintas secara langsung di berbagai ruas tol,” kata Rifan.
Ia mencontohkan, sistem CCTV mampu mendeteksi kepadatan lalu lintas secara detail hingga titik kilometer tertentu, termasuk memantau tingkat keterisian rest area.
“Saat terjadi kepadatan, kita bisa mengetahui kemacetan mulai dari KM 26, KM 26+500, KM 27, dan seterusnya. Termasuk kapasitas rest area, sehingga dapat diputuskan apakah kendaraan perlu dialihkan ke rest area berikutnya atau tidak,” jelasnya.
Melalui uji coba ini, Jasa Marga berharap sistem pemantauan berbasis teknologi dapat meningkatkan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan tol selama libur Nataru 2025, sekaligus menjadi fondasi pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran yang lebih terukur, terintegrasi, dan responsif. (*)














