Rotasi.co.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada H-8 atau 18 Maret 2026 dengan estimasi pergerakan mencapai 3,5 juta kendaraan yang keluar dari Jakarta menuju berbagai wilayah di Pulau Jawa.
Proyeksi strategis ini bertujuan untuk memetakan titik krusial kemacetan dan menyiapkan langkah mitigasi rekayasa lalu lintas guna memastikan keamanan serta kelancaran perjalanan masyarakat selama periode mudik tahun ini.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Ahmad Purwantono, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil analisis mendalam berbasis data (data-driven) yang dikelola melalui Jasa Marga Traffic Control Center (JMTC). Pusat kendali ini telah terintegrasi dengan teknologi machine learning dan kecerdasan buatan (AI) untuk memantau pola pergerakan kendaraan secara presisi.
“Pusat kendali lalu lintas kami tidak hanya memantau kondisi jalan secara visual, tetapi juga memanfaatkan teknologi AI untuk membantu pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas di lapangan,” ujar Rivan Ahmad Purwantono dalam laporannya, Rabu (11/03/2026).
Berdasarkan hasil pemetaan Jasa Marga bersama Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, arus kendaraan diprediksi mulai meningkat signifikan beberapa hari sebelum puncak mudik.
“Jasa Marga mencatat distribusi pergerakan kendaraan akan didominasi oleh arah timur (Tol Trans Jawa) sebesar 50 persen, diikuti arah barat (Merak) sebanyak 28 persen, dan arah selatan (Bogor/Puncak) sebesar 20 persen,” ungkapnya.
Sementara itu, puncak arus balik diproyeksikan terjadi pada H+3 Lebaran atau 24 Maret 2026. Rivan menekankan bahwa konsentrasi kendaraan menuju arah timur menjadi perhatian utama karena jalur tersebut akan terbagi kembali ke sejumlah rute distribusi di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Koordinasi intensif terus dilakukan bersama pihak Kepolisian dan Kementerian Perhubungan untuk menetapkan skema rekayasa seperti one way atau contraflow jika diperlukan,” pungkasnya. (*)














