Rotasi.co.id – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan Badan Penyelenggara Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) sepakat membangun satu juta rumah untuk nelayan Indonesia.
Ketua Umum HNSI, Laksamana TNI (Purn) Sumardjono mengatakan pertemuan strategis antara kedua pihak di Bogor menghasilkan komitmen bersama untuk merealisasikan program nasional pembangunan 3 juta unit rumah, dengan fokus khusus pada satu juta unit rumah bagi anggota HNSI.
“Kami percaya bahwa nelayan yang kuat adalah nelayan yang sejahtera. Dan kesejahteraan itu dimulai dari hak dasar atas perumahan yang layak. Inisiatif pembangunan satu juta rumah ini bukan hanya proyek fisik, tetapi tonggak peradaban baru bagi masyarakat pesisir,” kata Sumardjono dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (30/4/2025).
Ia menjelaskan, program ini akan dijalankan melalui Induk Koperasi Nelayan Sejahtera (INKONERA), yang akan memfasilitasi akses pembiayaan perumahan melalui BP Tapera bagi nelayan.
“INKONERA, yang diwakili oleh Sekjen Winarso HS dan Bendahara Hengky Effendi, memiliki jaringan luas di wilayah pesisir dan akan berperan penting dalam mobilisasi dan edukasi anggota, yang mayoritas berpenghasilan Rp8 juta hingga Rp10 juta per bulan,” ungkapnya.
Sementara itu, Deputi Komisioner BP Tapera, Doddy Bursman, menegaskan komitmen BP Tapera.
“BP Tapera siap berkolaborasi dengan HNSI dan koperasi nelayan untuk memastikan para nelayan memperoleh akses terhadap pembiayaan perumahan yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini adalah bentuk konkret dari kehadiran negara untuk rakyat,” ujarnya.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menyusun roadmap pelaksanaan, mencakup verifikasi data, penentuan lokasi, skema pembiayaan, dan pendampingan koperasi.
Sinergi antara HNSI, BP Tapera, dan INKONERA diharapkan mampu mewujudkan program “Satu Juta Rumah untuk Nelayan” dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.
“Keberhasilan program ini akan berdampak positif terhadap kesejahteraan nelayan dan perekonomian nasional. Langkah selanjutnya adalah penyusunan rencana aksi yang detail dan implementasi program secara bertahap dan terukur,” pungkasnya. (*)













