Rotasi.co.id – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) mengajak masyarakat untuk meramaikan Festival Urban Farming 2025 yang digelar di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta Selatan.
Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari Kamis, 10 Juli hingga Sabtu, 12 Juli 2025 dan terbuka secara gratis untuk umum.
Kepala Sudin KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto, mengajak warga untuk memanfaatkan dua hari terakhir festival guna mengenal lebih jauh praktik urban farming berbasis teknologi tepat guna.
“Yuk, warga Jakarta Timur kita ramaikan Festival Urban Farming agar lebih meriah lagi. Banyak manfaat yang bisa kita peroleh di sana, mulai dari pengetahuan, teknologi, hingga pembagian bibit gratis,” ujar Taufik dalam keterangannya pada Jumat (11/7/2025),
Ia mengungkapkan, festival ini mengusung tema ‘Sinergi Global Menuju Kota Hijau Berkelanjutan’, dan menampilkan berbagai inovasi pertanian perkotaan modern yang bisa diaplikasikan langsung di lingkungan rumah.
“Melalui festival ini, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap ketahanan pangan lokal, pemanfaatan lahan sempit, serta peningkatan kualitas lingkungan melalui pertanian urban,” ungkapnya.
Taufik menjelaskan, salah satu daya tarik festival adalah kehadiran stan teknologi pertanian, di mana warga dapat belajar langsung cara menanam sayur atau buah dengan sistem hidroponik, aquaponik, hingga vertical farming yang cocok untuk lahan terbatas.
“Lebih dari itu, warga Jakarta Timur yang memiliki kucing peliharaan juga bisa memanfaatkan layanan sterilisasi gratis yang disediakan di stan milik Pemkot Jakarta Timur selama festival berlangsung,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Acara, Mujiati, menambahkan bahwa festival ini dirancang tidak hanya sebagai ajang pameran, tetapi juga menjadi ruang edukasi interaktif bagi masyarakat.
“Pengunjung bisa mengunjungi berbagai stan, mengikuti talk show inspiratif, konsultasi masalah pertanian, peternakan, hingga perikanan. Dan yang paling menarik, setiap pengunjung berhak mendapatkan bibit tanaman secara gratis dari panitia,” jelas Mujiati.
Selain berbagi bibit tanaman, festival ini juga menjadi momentum kolaboratif antara pemerintah, komunitas, dan warga untuk mewujudkan kota hijau berkelanjutan berbasis partisipasi publik.
Festival Urban Farming 2025 ini diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat ekosistem pertanian perkotaan sekaligus memperluas jangkauan program ketahanan pangan keluarga di wilayah DKI Jakarta, khususnya Jakarta Timur. (*)














