Rotasi.co.id – Sebuah bus jurusan Lampung–Bekasi terbakar saat melintas di Jalan Diponegoro, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (10/1) pagi, sehingga memaksa seluruh penumpang dievakuasi guna mencegah timbulnya korban jiwa.
Peristiwa tersebut terjadi ketika bus tengah melaju menuju wilayah Bekasi. Salah satu penumpang, Muhammad Ulwan Safiq, mengungkapkan bahwa kebakaran diawali dengan suara ledakan dari bagian bawah belakang kendaraan, disertai kepulan asap tebal.
“Pas bus mau cari tempat berhenti, asap sudah besar. Sempat ada suara ledakan di bagian bawah belakang, seperti bocor, tapi tidak terlalu besar,” ujar Syafiq kepada wartawan.
Bus yang membawa sekitar lima penumpang itu langsung dihentikan oleh sopir setelah asap semakin pekat. Situasi tersebut sempat membuat penumpang panik, sementara api perlahan mulai membakar bodi belakang bus.
“Paniknya pas asap mulai keluar. Untuk penumpang sekitar lima orang,” kata Syafiq.
Syafiq menjelaskan, kondisi bus saat berangkat dari Lampung dalam keadaan normal tanpa kendala teknis. Namun, sesampainya di wilayah Bekasi, kendaraan tersebut justru mengalami kebakaran.
“Saya dari Lampung mau ke Tambun. Dari Lampung mobil aman-aman saja. Alhamdulillah tidak ada luka-luka,” tuturnya.
Sementara itu, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi, Antoni, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran bus tersebut sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pengamanan area.
“Untuk penyebab pastinya masih kami selidiki. Dugaan sementara kebakaran dipicu oleh hubungan arus pendek listrik,” ujar Antoni.
Ia memastikan seluruh penumpang dan sopir berhasil dievakuasi dengan selamat dan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Tidak ada korban, karena semua penumpang berhasil dievakuasi,” katanya.
Dalam proses pemadaman, petugas mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran dengan total 20 personel. Api berhasil dipadamkan setelah beberapa saat, namun bagian belakang bus mengalami kerusakan cukup parah.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin kelayakan kendaraan angkutan umum guna memastikan keselamatan penumpang selama perjalanan. (*)














