Rotasi.co.id — Di tengah hiruk pikuk aktivitas perkotaan dan padatnya lalu lintas harian, Kota Bekasi terus menata diri menuju kota yang lebih ramah lingkungan.
Komitmen Pemerintah Kota Bekasi tidak berhenti pada merespons keluhan masyarakat, tetapi bertransformasi menjadi upaya nyata menciptakan ruang hidup yang sehat dan nyaman bagi seluruh warganya.
Salah satu fokus utama adalah peningkatan kualitas udara. Kota Bekasi menegaskan bahwa udara bersih bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah tujuan kolektif yang terus diperjuangkan melalui strategi jangka panjang dan berkelanjutan.
Upaya ini tampak dari berbagai program infrastruktur hijau yang tengah digalakkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi.
Pemerintah mengembangkan taman kota, hutan kota, hingga jalur hijau di berbagai sudut kota sebagai bagian dari strategi pengurangan polusi udara sekaligus mempercantik wajah kota.
“Kita ingin masyarakat Bekasi bisa menghirup udara bersih dan hidup di lingkungan yang nyaman,” ujar Yudianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, dalam keterangannya, Jumat (30/5/2025).
Menurut Yudianto, menjaga kualitas udara adalah investasi jangka panjang yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan masyarakat dan daya saing kota ke depan.
Selain pembangunan fisik, Pemerintah Kota Bekasi juga gencar menjalankan pendekatan edukatif. Kampanye kesadaran lingkungan dilakukan melalui berbagai saluran, baik di media sosial maupun lewat kegiatan langsung di tengah masyarakat.
Salah satu gerakan yang mulai masif adalah penanaman pohon oleh pelajar, pegawai pemerintahan, hingga warga di lingkungan permukiman.
“Edukasi masyarakat menjadi kunci. Kami mengajak warga untuk tidak membakar sampah, mengurangi emisi, dan ikut serta dalam kegiatan penanaman pohon,” jelasnya.
Langkah strategis lainnya adalah pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengelolaan lingkungan. Pemerintah telah memasang alat pemantau kualitas udara di sejumlah titik strategis guna memantau kondisi secara real time dan akurat.
“Pemerintah telah mengembangkan sistem pemantauan dengan menempatkan alat pemantau kualitas udara di beberapa titik,” imbuh Yudianto.
Berdasarkan data terbaru dari alat pemantau kualitas udara, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Stasiun Bekasi dan Kayuringin pada 30 Mei 2025 pukul 16.00 menunjukkan angka 80, atau berada dalam kategori Sedang.
Artinya, meskipun kualitas udara masih dalam batas aman, tetap diperlukan langkah lanjut untuk memperbaikinya.
Optimisme tetap terjaga. Pemerintah Kota Bekasi menyadari bahwa mewujudkan lingkungan bersih dan sehat tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama.
“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menciptakan kualitas udara yang lebih baik, lingkungan yang lebih bersih, serta kehidupan yang lebih sehat,” tutur Yudianto dengan penuh harap.
Kini, Bekasi bukan hanya mengejar kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menapaki jalan sunyi dalam menjaga keseimbangan alam.
“Jika sinergi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Bekasi akan menjadi contoh sukses kota urban yang mampu berdamai dengan modernisasi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan demi generasi hari ini dan masa depan,” pungkasnya. (*)













