Rotasi.co.id – Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menyiapkan pengembangan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, sebagai fasilitas pemeliharaan dan perawatan pesawat tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan pemeliharaan alat utama sistem senjata (alutsista) di dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas dan tenaga asing.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Kemhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan pengembangan Kertajati akan dilakukan secara bertahap dengan memperluas kemampuan pemeliharaan pesawat yang sebelumnya diarahkan untuk pesawat angkut.
Pengembangan tersebut nantinya juga mencakup dukungan terhadap kebutuhan pemeliharaan pesawat tempur TNI AU.
“Kertajati ke depan dikembangkan untuk memperkuat kemampuan pemeliharaan pesawat TNI AU, tidak hanya pesawat angkut seperti Hercules, tetapi secara bertahap juga diarahkan agar memiliki kemampuan mendukung pemeliharaan pesawat tempur,” kata Rico dikutip, Kamis (20/8/2026).
Pengembangan fasilitas pemeliharaan di dalam negeri ditujukan agar proses perawatan pesawat tempur TNI AU pada masa mendatang dapat dilakukan dengan mengandalkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat kemandirian nasional dalam menjaga kesiapan operasional alutsista.
Rico menjelaskan, kemampuan melakukan perawatan pesawat di dalam negeri memberikan sejumlah keuntungan strategis bagi Indonesia. Selain mengurangi ketergantungan terhadap pihak asing, pengembangan fasilitas tersebut dapat membuka peluang transfer teknologi sekaligus meningkatkan kapasitas industri pertahanan nasional.
“Kemajuan itu nantinya juga dapat dimanfaatkan industri pertahanan dalam negeri untuk memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia,” ujarnya.
Menurut Rico, transfer pengetahuan dan teknologi dari kerja sama pemeliharaan pesawat dapat meningkatkan kualitas SDM serta kemampuan perusahaan pertahanan nasional. Penguatan tersebut diharapkan menciptakan ekosistem industri yang mampu mendukung kebutuhan pertahanan secara lebih mandiri dan berkelanjutan.
Meski demikian, Kemhan belum menetapkan secara rinci konsep fasilitas perawatan pesawat tempur yang akan dikembangkan di Bandara Kertajati. Pemerintah saat ini masih berfokus pada pembangunan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) untuk pesawat angkut Hercules yang ditargetkan menjadi salah satu fasilitas MRO Hercules di kawasan Asia.
“Untuk pesawat tempur ini masih merupakan arah pengembangan ke depan, sehingga belum pada tahap penetapan jenis pesawat atau skema MRO-nya,” terang Rico.
Pengembangan kemampuan MRO Kertajati juga mendapat dukungan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Ia menilai Indonesia memiliki modal industri dan SDM yang cukup untuk terus meningkatkan kemampuan pemeliharaan alutsista pesawat TNI AU di dalam negeri.
Keyakinan tersebut salah satunya didasarkan pada keberhasilan PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMF) dalam melakukan pemeliharaan kelas berat pesawat Hercules untuk pertama kalinya. Keberhasilan tersebut dinilai menunjukkan adanya peningkatan kapasitas teknologi dan kualitas sumber daya manusia industri dirgantara nasional.
Sjafrie mengatakan kemampuan yang telah dimiliki industri dalam negeri dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan fasilitas MRO Kertajati secara lebih luas. Dalam pengembangannya, PT GMF dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) diproyeksikan menjadi pihak yang terlibat dalam penguatan fasilitas tersebut.
“Kita berupaya pengembangan kekuatan pertahanan ini kita tingkatkan dengan menggunakan kemampuan dari awak teknis yang berasal dari putra-putri bangsa Indonesia sendiri,” ujar Sjafrie.
Keterlibatan PT GMF dan PTDI diharapkan dapat memperkuat rantai industri pertahanan nasional, khususnya dalam bidang pemeliharaan, perbaikan, dan perawatan pesawat. Pengembangan tersebut juga berpotensi meningkatkan penguasaan teknologi dirgantara serta memperluas kemampuan SDM dalam negeri.
Meski demikian, pemerintah belum menyampaikan waktu pasti pengoperasian fasilitas MRO Kertajati untuk mendukung pemeliharaan pesawat tempur TNI AU. Pengembangan kemampuan tersebut masih berada pada tahap perencanaan dan akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan fasilitas, teknologi, SDM, serta kebutuhan pertahanan.
Ke depan, pengembangan Bandara Kertajati sebagai fasilitas MRO diharapkan tidak hanya mendukung perawatan pesawat angkut dan pesawat tempur TNI AU, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat kemandirian industri pertahanan Indonesia.
Pemanfaatan kemampuan teknis putra-putri bangsa menjadi salah satu fondasi untuk memastikan kesiapan alutsista sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dukungan pemeliharaan dari luar negeri. (*)














