Rotasi.co.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus memperkuat komitmennya dalam transformasi digital layanan pertanahan.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah perluasan layanan Peralihan Hak Atas Tanah secara elektronik yang kini telah diterapkan di 161 Kantor Pertanahan di seluruh Indonesia.
Layanan digital ini bertujuan untuk memberikan kemudahan, percepatan, efisiensi, dan transparansi dalam pengurusan pertanahan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi Pertanahan dan Tata Ruang (Kapusdatin) ATR/BPN, I Ketut Gede Ary Sucaya, saat menghadiri peluncuran layanan elektronik di Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat, Jumat (1/8/2025).
“Yang paling utama adalah kesiapan kantor pertanahan dalam dua hal: kualitas data dan infrastruktur digital. Kami ingin memastikan sistem ini bisa diakses secara lancar oleh pengguna,” jelasnya.
Layanan Elektronik Peralihan Hak Kini Hadir di Wilayah DKI Jakarta
Peluncuran terbaru menandai bergabungnya empat Kantor Pertanahan wilayah DKI Jakarta ke dalam sistem layanan elektronik ini, yakni Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur. Sebelumnya, layanan digital ini telah berjalan lebih dulu di Jakarta Pusat.
Dengan jumlah total 161 kantor, ATR/BPN menargetkan semakin luasnya cakupan layanan digital untuk mendukung tata kelola pertanahan yang modern dan akuntabel.
Kapusdatin menjelaskan bahwa layanan Peralihan Hak secara elektronik dapat memangkas durasi proses lebih dari 30% dibanding sistem manual.
Di samping efisiensi waktu, keamanan sistem juga ditingkatkan melalui pencatatan digital menyeluruh yang memungkinkan keterlacakan dari awal hingga akhir.
“Semua proses, mulai dari pembuatan akta oleh PPAT hingga terbitnya sertipikat, tercatat secara end-to-end dalam sistem informasi pertanahan. Ini memberikan jaminan akuntabilitas sekaligus meminimalisir potensi penyimpangan,” ujar Ketut menegaskan.
Sinergi PPAT, Masyarakat, dan ATR/BPN Diperkuat Lewat Layanan Elektronik
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta, Alen Saputra, yang turut membuka peluncuran, menyampaikan pentingnya kolaborasi antar pihak. Menurutnya, sinergi antara PPAT, masyarakat, dan institusi ATR/BPN adalah kunci sukses implementasi layanan digital ini.
“Harapan saya, layanan ini mampu mempererat hubungan kerja antara PPAT, masyarakat, dan Kementerian ATR/BPN. Karena peran PPAT sangat sentral dalam layanan ini, maka kolaborasi sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran layanan elektronik ini tak hanya mempercepat proses, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pertanahan.
“Mudah-mudahan dengan sistem yang lebih efisien ini, masyarakat semakin percaya kepada ATR/BPN sebagai lembaga yang melayani dengan cepat, akurat, dan transparan,” pungkasnya. (*)













