Rotasi.co.id – Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, mendorong percepatan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) guna meningkatkan kualitas hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah Kota Bekasi pada tahun anggaran 2026.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengentaskan permasalahan rumah tidak layak huni (RTLH) melalui pemberian dana stimulan yang mengedepankan prinsip keswadayaan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan tempat tinggal yang aman, sehat, dan menunjang kesejahteraan keluarga.
Sudjatmiko mengatakan realisasi program di daerah pemilihannya kini tengah berjalan secara intensif sesuai dengan linimasa yang telah ditetapkan. Dari total target keseluruhan sebanyak 825 penerima manfaat untuk Kota Bekasi pada tahun 2026, wilayah Bekasi Utara telah mendapatkan porsi signifikan dengan 382 unit yang telah terealisasi pada tahap awal tahun ini.
“Dari target untuk Kota Bekasi sendiri sebanyak 825 penerima manfaat. Alhamdulillah, di awal tahun ini kami telah merealisasikan 382 penerima manfaat khusus di wilayah Bekasi Utara,” ujar Sudjatmiko dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa (05/05/2026).
Politisi dari Komisi V ini optimistis bahwa seluruh kuota bantuan untuk Kota Bekasi akan rampung terserap sebelum berakhirnya tahun 2026.
Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengerjaan fisik bangunan, mengingat dana yang diberikan bersifat stimulan untuk memicu gotong royong warga.
Sementara itu, manfaat program ini dirasakan langsung oleh Mulyadi (55), warga Bekasi Utara yang sebelumnya tinggal di hunian dengan kondisi atap hampir roboh.
“Sudah lama rumah saya memang tidak layak ditempati. Atap bocor bahkan hampir roboh. Mau betulin tidak punya uang. Alhamdulillah, melalui BSPS Pak Haji Sudjatmiko, rumah ini sudah layak dihuni kami sekeluarga,” ungkap Mulyadi dengan penuh syukur.
Dengan percepatan distribusi bantuan ini, Pemerintah melalui DPR RI berharap kualitas hidup masyarakat Bekasi meningkat secara berkelanjutan. Hunian yang layak diharapkan tidak hanya menjadi tempat bernaung, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam peningkatan produktivitas dan kesehatan masyarakat di tengah dinamika pembangunan perkotaan. (*)












