Rotasi.co.id – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung percepatan pembenahan infrastruktur yang berkelanjutan di Kota Bekasi.
Dalam berbagai kesempatan, Alit menegaskan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu aspek utama yang perlu dibenahi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat lingkungan.
“Infrastruktur bukan sekadar soal pembangunan fisik, tapi juga soal pelayanan dasar yang layak bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami terus mendorong agar program perbaikan dapat berjalan merata, efektif, dan menyentuh kebutuhan riil warga,” ujar Alit Jamaludin dalam keterangannya pada Rabu (28/5/2025).
Sejumlah program prioritas yang tengah menjadi perhatian Komisi III DPRD Kota Bekasi meliputi perbaikan jalan lingkungan, normalisasi sungai dan saluran tersier, revitalisasi lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum), serta renovasi sarana dan prasarana RT/RW.
Menurut Alit, perbaikan jalan lingkungan sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, terutama di kawasan padat penduduk dan permukiman yang selama ini mengalami kerusakan jalan akibat kurangnya perawatan atau peningkatan kualitas.
“Banyak jalan lingkungan yang sudah rusak cukup lama. Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas warga. Maka dari itu, kami dorong agar perbaikannya diprioritaskan dan segera dilakukan,” jelasnya.
Sementara itu, normalisasi sungai dan saluran tersier juga menjadi agenda penting dalam rangka mengurangi potensi banjir yang kerap melanda sejumlah titik di Kota Bekasi saat musim hujan.
“Penanganan banjir harus dimulai dari hulunya. Dengan membersihkan saluran tersier dan melakukan normalisasi sungai, kita bisa menekan risiko genangan di kawasan permukiman,” ujarnya.
Alit juga menyoroti pentingnya revitalisasi lahan fasos-fasum agar ruang publik yang ada dapat difungsikan secara optimal.
Menurutnya, banyak lahan fasos-fasum yang belum dimanfaatkan maksimal karena terbengkalai atau tidak layak digunakan.
“Kami ingin ruang publik di Kota Bekasi tidak hanya tersedia, tetapi juga nyaman dan layak pakai. Ini penting untuk mendukung aktivitas sosial, budaya, dan olahraga masyarakat,” tambahnya.
Alit juga mendorong renovasi sarana dan prasarana RT/RW sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput. Fasilitas seperti posyandu, balai warga, dan sekretariat RT/RW perlu mendapatkan perhatian agar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warga.
Ia berharap seluruh upaya pembenahan infrastruktur ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga didukung oleh partisipasi aktif masyarakat.
“Kami butuh kerja sama dari seluruh elemen masyarakat agar proses pembangunan berjalan lebih baik dan berkelanjutan. Transparansi, pengawasan, dan masukan dari warga sangat kami butuhkan,” tutupnya.
Dengan langkah-langkah strategis yang tengah dilakukan, diharapkan pembangunan infrastruktur Kota Bekasi dapat merata dan menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata dan berkelanjutan. (ads)













