ROTASI
No Result
View All Result
  • Login
  • News
  • Opini
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Politik
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Parenting
  • Internasional
Trending
ROTASI TV
  • News
  • Opini
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Politik
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Parenting
  • Internasional
No Result
View All Result
ROTASI
No Result
View All Result
  • News
  • Opini
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Politik
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Parenting
  • Internasional
Home News

Achmad Ustuchri: Hari Santri Nasional Merupakan Lebarannya Para Santri

Rotasi by Rotasi
October 26, 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Achmad Ustuchri: Hari Santri Nasional Merupakan Lebarannya Para Santri

Rotasi.co.id – Peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang peran santri dalam perjalanan bangsa, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas, kebersamaan, dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan pesantren.

Tokoh Bekasi Utara yang juga pemilik Pesantren Annur, Achmad Ustuchri, memandang Hari Santri sebagai perayaan istimewa bagi kalangan santri yang semakin berkembang menjadi bagian dari budaya pesantren.

Ia menyebut Hari Santri Nasional sebagai lebarannya para santri. Menurutnya, keberadaan peringatan tersebut perlu disyukuri karena memberikan ruang bagi santri untuk mengekspresikan kemampuan, kreativitas, dan kebersamaan di lingkungan pendidikan mereka.

“Pertama kita bersyukur pemerintah masih mempertahankan Hari Santri Nasional ini dengan peringatan yang mungkin tahun ini sedikit lebih sederhana karena kita maklumi bersama ada pemotongan anggaran, efisiensi, dan lain sebagainya,” kata Ustuchri yang juga merupakan cucu tokoh Bekasi Muchtar Tabrani, Senin (26/10/2026).

Ia menilai, meskipun peringatan Hari Santri secara umum dapat berlangsung lebih sederhana akibat efisiensi anggaran, suasana di lingkungan pesantren justru menunjukkan semangat yang kuat. Berbagai kegiatan dan perlombaan menjadi sarana bagi para santri untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun keakraban dengan sesama santri, guru, dan keluarga mereka.

“Cuma memang di grassroot, di internal pesantren masing-masing, justru saya lihat makin meriah. Santri melihat ini tidak hanya sebagai sebuah peringatan, tetapi sudah festival. Banyak lomba-lomba, banyak ajang buat unjuk kebolehan di depan temannya, gurunya, bahkan wali-wali santri,” ungkapnya.

Lebih jauh, Achmad Ustuchri juga memandang Hari Santri telah mengalami perkembangan makna dari sebuah agenda peringatan menjadi peristiwa kultural.

Ia menyebut, ketika suatu peringatan diterima dan dijalankan secara berkelanjutan oleh masyarakat, kegiatan tersebut berpotensi tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membentuk identitas dan kebiasaan di lingkungan pesantren.

“Tapi di sisi lain, Hari Santri ini sudah jadi peristiwa kultural. Ini yang paling penting sebetulnya dari sebuah peristiwa yang mulanya tidak ada, kemudian jadi ada. Rekayasa yang kita sepakati, sekarang sudah menjadi sebuah kegiatan kultural. Nah, kalau sudah kultural, maka ini sudah menjadi bagian keseharian,” tuturnya.

RELATED POSTS

KPU Kota Bekasi Gandeng 56 Kelurahan untuk Bersihkan Data Pemilih Meninggal Dunia

Dukung Peralihan Hak 10 Hari, Kantor Pertanahan Kota Bekasi Sosialisasikan BEKASI MANTAP

Naik Tiap Tahun, Pengidap HIV di Kota Bekasi Kini Tembus 5500 Orang

Ia berharap, budaya memperingati Hari Santri dapat berkembang menjadi kesadaran bersama mengenai kontribusi santri bagi masyarakat dan bangsa. Kesadaran tersebut, menurutnya, tidak cukup hanya tumbuh di kalangan santri dan pengelola pesantren, tetapi juga perlu mendapatkan perhatian dari para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah.

“Nah, kita berharap kalau sudah di pesantren ini menjadi sebuah kultur, maka akan menjadi sebuah kesadaran. Kesadaran tentang pentingnya peran santri ini dan tentu saja yang paling penting, kesadaran ini menggaung sampai ke para stakeholder, termasuk pemerintah,” katanya.

Di samping membahas peringatan Hari Santri, Achmad Ustuchri turut menyoroti pentingnya pembinaan dan pengawasan terhadap lembaga pendidikan yang menggunakan identitas pesantren. Ia menyinggung kasus kekerasan seksual yang menjadi perhatian di Kampung Poncol, Bekasi, serta mengingatkan bahwa penggunaan label pesantren perlu disertai pemenuhan ketentuan dan standar pendidikan yang sesuai.

“Nah, terkait adanya fenomena di Bekasi, di Kampung Poncol kemarin, saya kira memang ini kadang, karena pesantren ini sudah menjadi sebuah nama yang generik. Kadang kala yang saya dengar, awalnya TPA, TQ, kemudian berkembang, mendirikan asrama, jadi pesantren,” jelasnya.

Menurut Achmad Ustuchri, pemerintah melalui Kementerian Agama dan instansi pendidikan terkait perlu memperkuat pembinaan agar identitas pesantren tidak digunakan secara sembarangan.

Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa lembaga yang menyandang nama pesantren memiliki unsur pendidikan dan pembinaan yang memadai, bukan hanya menyediakan asrama dengan identitas keislaman.

“Peran pembinaan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan ini penting. Jadi, jangan terlalu mudah memberikan label pesantren. Harus sesuai dengan ketentuan dalam undang-undang pesantren. Harus ada masjid, ada tempat belajarnya, mesti ada gurunya, ada kitabnya. Kadang-kadang cuma asrama, boarding school, karena bercirikan Islam disebutnya pesantren. Nah, belum tentu, ini harus kita lihat,” tegasnya.

Ia juga mendorong penguatan standar kurikulum dan prosedur operasional yang jelas dalam penyelenggaraan pendidikan pesantren. Menurutnya, standar tersebut diperlukan untuk memperjelas kualitas pembelajaran, memperkuat tanggung jawab pengelola, dan memastikan proses pendidikan berjalan sesuai dengan tujuan pembentukan karakter santri.

“Penting sekarang dewan yang dibentuk oleh Kementerian Agama, tentang Dewan Masyayikh, yang menentukan soal kurikulum pesantren. Dibikin SOP, dibikin baku, jadi minimal ada pengajaran A, B, C, dan lain sebagainya. Sehingga, kita tidak mengulang-ulang lagi,” ungkapnya.

Dalam konteks pencegahan kekerasan seksual, Achmad Ustuchri menilai penyimpangan yang dilakukan oknum di lingkungan pendidikan harus ditindak secara tegas sesuai hukum. Namun, ia mengingatkan agar tindakan individu tidak serta-merta dijadikan gambaran untuk menilai seluruh lembaga pesantren. Penanganan kasus, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan evaluasi dan pengawasan untuk mencegah kejadian serupa.

“Saya kira jangan mengulang-ulang lagi. Kita berharap tegas saja. Tetapi, jangan itu dianggap representasi dunia pesantren. Sama dengan model sekolah lainnya, ada penyimpangan. Saya kira tidak kita tutupi, tetapi juga jangan dijadikan itu mewakili dunia pesantren,” katanya.

Pandangan tersebut menempatkan peringatan Hari Santri sebagai momentum yang tidak hanya berkaitan dengan perayaan, tetapi juga refleksi terhadap tanggung jawab lembaga pendidikan dalam menjaga keselamatan dan masa depan santri.

Penguatan budaya pesantren, pembinaan kelembagaan, serta penerapan standar pendidikan yang jelas menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan pesantren.

Bagi Achmad Ustuchri, semangat Hari Santri perlu diterjemahkan menjadi kesadaran yang berkelanjutan. Dengan pembinaan yang konsisten dan pengawasan yang memadai, pesantren diharapkan dapat terus menjalankan perannya sebagai lembaga pendidikan yang membentuk pengetahuan, akhlak, dan karakter santri, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bertanggung jawab. (*)

Tags: Achmad Ustuchri Hari Santri NasionalAchmad Ustuchri pemilik Pesantren AnnurBudaya pesantren di IndonesiaDewan Masyayikh dan kurikulum pesantrenHari Santri lebarannya para santriHari Santri Nasional 2026Makna Hari Santri NasionalPembinaan dan pengawasan pesantrenPencegahan kekerasan seksual di pesantrenStandar pendidikan pesantrenTokoh Bekasi Utara
ShareTweetPin
Rotasi

Rotasi

ROTASI.CO.ID adalah portal media online yang menyediakan beragam berita secara update, faktual dan aktual.

Related Posts

KPU Kota Bekasi Gandeng 56 Kelurahan untuk Bersihkan Data Pemilih Meninggal Dunia
News

KPU Kota Bekasi Gandeng 56 Kelurahan untuk Bersihkan Data Pemilih Meninggal Dunia

October 26, 2026
Dukung Peralihan Hak 10 Hari, Kantor Pertanahan Kota Bekasi Sosialisasikan BEKASI MANTAP
News

Dukung Peralihan Hak 10 Hari, Kantor Pertanahan Kota Bekasi Sosialisasikan BEKASI MANTAP

October 26, 2026
Naik Tiap Tahun, Pengidap HIV di Kota Bekasi Kini Tembus 5500 Orang
News

Naik Tiap Tahun, Pengidap HIV di Kota Bekasi Kini Tembus 5500 Orang

October 21, 2026
Kantor Pertanahan Kota Bekasi Salurkan Ganti Kerugian untuk 15 Bidang Tanah Flyover Bulak Kapal
News

Kantor Pertanahan Kota Bekasi Salurkan Ganti Kerugian untuk 15 Bidang Tanah Flyover Bulak Kapal

October 21, 2026
Asap Karhutla Berpotensi Meluas, Pemkot Bekasi Minta Warga Waspada
News

Asap Karhutla Berpotensi Meluas, Pemkot Bekasi Minta Warga Waspada

October 20, 2026
Turnamen Padel Piala Wali Kota Bekasi Jadi Ajang Pencarian Atlet Muda
News

Turnamen Padel Piala Wali Kota Bekasi Jadi Ajang Pencarian Atlet Muda

October 19, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending Artikel

  • Bagian Satu, Jenis Najis Menurut Imam Syafi’i

    Bagian Satu, Jenis Najis Menurut Imam Syafi’i

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akhirnya, Permata Hijau Permai Bakal Punya Sekolah Menengah Atas Negeri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kantor BRI Unit Wisma Asri Pindah Alamat Mulai 26 Mei 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemuda Pancasila Bekasi: Seragam Loreng Oranye Kami Bukan Tiru TNI atau Polri!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim Monev Kanwil BPN Jabar Apresiasi Peningkatan Pelayanan Kantah Kota Bekasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Artikel Terbaru

Achmad Ustuchri: Hari Santri Nasional Merupakan Lebarannya Para Santri

Achmad Ustuchri: Hari Santri Nasional Merupakan Lebarannya Para Santri

October 26, 2026
PAN Kota Bekasi Soroti Konsolidasi Akar Rumput Lukman Hakim di Bekasi Utara, Rivai: Basis Kuat

PAN Kota Bekasi Soroti Konsolidasi Akar Rumput Lukman Hakim di Bekasi Utara, Rivai: Basis Kuat

October 26, 2026
KPU Kota Bekasi Gandeng 56 Kelurahan untuk Bersihkan Data Pemilih Meninggal Dunia

KPU Kota Bekasi Gandeng 56 Kelurahan untuk Bersihkan Data Pemilih Meninggal Dunia

October 26, 2026
Dukung Peralihan Hak 10 Hari, Kantor Pertanahan Kota Bekasi Sosialisasikan BEKASI MANTAP

Dukung Peralihan Hak 10 Hari, Kantor Pertanahan Kota Bekasi Sosialisasikan BEKASI MANTAP

October 26, 2026
Epoxy Lantai Bergelembung Setelah Aplikasi? Kenali Faktor Pemicunya

Epoxy Lantai Bergelembung Setelah Aplikasi? Kenali Faktor Pemicunya

October 22, 2026

Rotasi.co.id merupakan media online yang menyajikan artikel secara faktual dan aktual sebagai roda berita dan informasi.

Pilihan Editor

Achmad Ustuchri: Hari Santri Nasional Merupakan Lebarannya Para Santri

PAN Kota Bekasi Soroti Konsolidasi Akar Rumput Lukman Hakim di Bekasi Utara, Rivai: Basis Kuat

Katagori

  • Bisnis
  • Budaya
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kronika
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Mozaik
  • News
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ramadhan
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Wisata

Tentang Kami

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Hubungi Kami

© 2024 ROTASI.CO.ID | All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kategori
    • News
    • Opini
    • Bisnis
    • Ekonomi
    • Budaya
    • Politik
    • Hukum
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Mozaik
    • Gaya Hidup
    • Wisata
    • Teknologi
    • Internasional
    • Cek Fakta
    • Puisi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami

© 2024 ROTASI.CO.ID | All Right Reserved.